30 C
Jakarta

Mutiara Hikmah, Menjemput Rezeki

Baca Juga:

Menjemput Rezeki

Rezeki. Menjadi urusan yang menyibukkan kita. Siang-malam. Bahkan tidak jarang kita bekerja sampai lembur, juga untuk mendapatkan rezekii. Bahkan obrolan kita dengan orang lain, juga tidak jauh-jauh dari rezeki. Dari urusan makan minum, tempat tinggal, sekolah anak-anak kita, HP kita sampai kendaraan. Semuanya berusuran dengan rejeki. Namun ternyata rezeki tidak selalu berupa harta. Dr. Abad Badruzaman dalam bukunya Ayat-ayat Rezeki mengatakan. Bahwa Rezeki itu termasuk harta, benar. Namun menyitir pendapat Ibn Manshur dalam Lisan al Arab mendefinisan rezeki sebagai Apa yang dengannya setiap makhluk hidup baik secara materi maupun maknawi. Maka termasuk rezeki adalah keimanan, kecintaan kita kepada para nabi dan rasul, cinta ilmu, istri yang solehah, anak yang soleh, kesehatan, bisa puasa sunnah adalah rezeki.
Maka dalam Al-quran sampai dikatakan, jika kita hendak menghitung nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita, maka tidak akan pernah bisa. Saking banyaknya. Namun Allah swt mengatakan, Qalilam maa tasykurun. Sedikit sekali yang mau bersyukur.
Istilah Rezeki, Abad  Badruzaman menyebut dalam Al-quran banyak kata bentukannya. Bahkan kata rezeki ditemukan di 123 tempat. 61 disampaikan dalam bentuk fi’il ( kata kerja ). Misalnya dala QS. Al Maidah (5): 88. Sedangkan 62 kali rezeki disebut dalam bentuk ism ( kata benda ). Seperti QS. Al Baqarah (2): 60.
Beberapa makna rezeki yang terkadung dalam Al-quran diantaaranya adalah Al-Azha’ artinya pemberian atau anugrah. Al-Tha’am ( Makanan ), Al-Mathar ( Hujan ), Al-Nafaqah ( Nafkah ), Al-Tsawab ( Pahala ) bahkan rezeki bisa nasuk dalam kategori Al-Jannah ( syurga ). Masih ada beberapa yang lain ada 8 makna. Sifat agung lain dari nama-nama Allah adalah Al-Razzaq. Maha pemberi rezeki. Bisa juga berarti yang menanggung.  yang menjamin apa yang membuat setiap orang dapat berdiri atau hidup. Rezeki dan kasih sayang-Nya meliputi semua makhluk. Tidak peduli dia beriman atau kafir. Dia menjadi sahabat nabi atau musuhnya. Semua yang ada di langit dan di bumi dilimpahi rezeki. Allah bahkan memberikan rezeki kepada kita tanpa sebab. Tanpa meminta. QS. Adzariyat (51):58 – Sesungguhnya  Allah, Dialah Maha pemberi rezeki Yang memiliki kekuatan lagi sangat kokoh.
Bedanya kalau kita beriman, rezeki yang diberikan kepada Allah adalah untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya. Dengan berbagai cara dan upaya kita lakukan untuk menjemput rezeki, muaranya satu yaitu untuk beribadah kepada-Nya. QS. Adzariyat (51) : 56. Bedanya lagi ada yang rezeki itu kita harus  jemput dengan bekerja, namun ada juga rezeki yang menjemput kita. Wallahu ‘alam. (Sekian )

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!