30 C
Jakarta

Non-Muslim Dapat Beasiswa, Bukti UMS Inklusif

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif dalam Upacara Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Jumat-Sabtu (3-4/4).

Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum., https://www.ums.ac.id/profile/harun-joko-prayitno menyampaikan bahwa UMS terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang latar belakang. Hal ini ditegaskan melalui program beasiswa 100 persen untuk jenjang pascasarjana, yang diberikan kepada keluarga non-muslim yang mempercayakan pendidikan di UMS.

“UMS untuk semua. Ini adalah komitmen kami sebagai kampus inklusif,” ujarnya Jumat (3/4).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan atas perjuangan akademik yang telah ditempuh, serta mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di UMS.

Semangat inklusivitas UMS juga tercermin dari pernyataan wali wisudawan non-Muslim asal Temanggung, Agustinus Suparto, orang tua dari Yohannes Adi Wijaya, lulusan Prodi Kedokteran UMS https://www.ums.ac.id/program-studi/sarjana-kedokteran. Dalam momen wisuda tersebut, ia mendapatkan tawaran beasiswa kepada anaknya untuk melanjutkan studi baik studi s2 maupun studi s3 bagi anaknya yang telah menyelesaikan studi di UMS.

Agustinus mengaku tidak menemui kendala selama anaknya menempuh pendidikan di UMS meskipun berbeda latar belakang agama.
“Tidak masalah. Anak saya menimba ilmu di UMS dengan baik,” ungkapnya. Ia juga menilai reputasi UMS yang telah mendunia menjadi alasan utama memilih kampus tersebut untuk pendidikan anak-anaknya.

Baginya, melalui capaian akademik, keberagaman latar belakang mahasiswa, serta dukungan fasilitas pendidikan, UMS terus meneguhkan diri sebagai kampus inklusif yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh kalangan untuk meraih pendidikan tinggi berkualitas.

Selain itu, suasana kekeluargaan turut terasa dalam prosesi wisuda. Salah satu keluarga alumni UMS angkatan 1992 yang kini kedua anaknya juga menempuh pendidikan di UMS mendapatkan apresiasi berupa hadiah tablet dari Rektor sebagai bentuk perhatian dan penghargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D.,https://www.ums.ac.id/profile/ihwan-susila dalam laporan akademiknya mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap UMS terus meningkat. Tercatat sebanyak 11.244 calon mahasiswa mendaftar, dengan 8.914 mahasiswa yang melakukan registrasi. Rasio keketatan mencapai 1:5, menunjukkan seleksi masuk UMS yang semakin kompetitif.

Pada periode ini, UMS mewisuda total 2.519 lulusan, dengan 1.095 wisudawan mengikuti prosesi pada hari pertama. Rinciannya meliputi 2.382 lulusan program sarjana (S1), 122 lulusan magister (S2), dan 15 lulusan doktor (S3).

Dari sisi capaian akademik, sebanyak 1.329 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude, serta 1.465 lulusan telah menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Rata-rata masa studi juga tergolong cepat, yakni 3 tahun 8 bulan untuk S1, 1 tahun 8 bulan untuk S2, dan 2 tahun 11 bulan untuk S3.

Secara keseluruhan, UMS telah meluluskan 180.544 alumni sejak berdiri 67 tahun lalu, yang berasal dari berbagai program pendidikan. Pada wisuda kali ini, 90 persen wisudawan berasal dari Pulau Jawa, sementara 10 persen lainnya berasal dari luar Jawa hingga mancanegara. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!