PONOROGO, MENARA62.COM – Ribuan masyarakat Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, memenuhi jalan depan SD Negeri 1 Talun dan SMPN 3 Satu Atap pada Sabtu malam, (28/3/26). Mereka menyaksikan pertunjukan perdana bertajuk “Orkestrasi Reog untuk Siaga Bencana: Harmoni Seni, Budaya, dan Survival”.Acara yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB ini berhasil memadukan keindahan seni Reog Ponorogo dengan pesan edukasi mitigasi bencana secara kreatif. Penampilan utama adalah pertunjukan Reog Obyok “Singo Kowor” yang menampilkan 10 Dadak Merak.
Para penari menggunakan kostum tradisional, lengkap dengan properti Kuda Jathilan yang melambangkan kendaraan evakuasi darurat.Pertunjukan dibagi menjadi empat babak yang menggambarkan siklus kehidupan di wilayah rawan bencana: kehidupan sehari-hari, ancaman bencana, upaya mitigasi, hingga tahap pemulihan. Melalui gerakan tari, iringan gamelan, dan narasi, pesan penting seperti penghijauan lereng, sistem peringatan dini berbasis komunitas, serta semangat gotong royong menghadapi longsor dan banjir bandang disampaikan dengan indah tanpa mengurangi esensi kesenian Reog.Warga Desa Talun yang pernah mengalami longsor terlihat sangat antusias dan banyak yang ikut berpartisipasi dalam simulasi simbolis bersama para seniman.
Setelah pertunjukan, panitia memutar perdana film dokumenter berjudul “Reog Tangguh Bencana” berdurasi 45 menit. Film ini merekam seluruh proses persiapan acara dari lokakarya hingga pementasan. Rencananya, film ini akan disebarkan melalui media sosial dan diputar di sekolah-sekolah sebagai bahan edukasi.“Reog bukan sekadar hiburan, melainkan juga alat yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan siaga bencana. Melalui seni, kesadaran masyarakat bisa dibangun tanpa terasa seperti ceramah, sehingga lebih mudah diterima dan dipraktikkan,” kata Ayub Dwi Anggoro, pelaksana kegiatan.
Acara ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui Danaindonesiana, LPDP, BPBD Ponorogo, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngebel, serta Pemerintah Desa Talun. (FJ)
