31.7 C
Jakarta

OSN 2026 Ditutup, Jakarta Raih Juara Umum

Baca Juga:

MALANG, MENARA62.COM – Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah 2026 resmi ditutup oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

 

Sebanyak 566 talenta sains dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kompetisi nasional tersebut. Mereka bertanding dalam sembilan cabang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.

 

Dari ratusan finalis tersebut, sebanyak 45 peserta meraih medali emas, 90 peserta medali perak, dan 135 peserta medali perunggu.

 

DKI Jakarta tampil sebagai juara umum OSN 2026 dengan koleksi 82 medali. Rinciannya, 21 medali emas, 26 medali perak, dan 35 medali perunggu.

 

Selain kompetisi utama, OSN 2026 juga menghadirkan Eksibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA). Sebanyak 12 peserta meraih medali dalam eksibisi tersebut, terdiri atas dua emas, empat perak, dan enam perunggu.

 

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa OSN bukan sekadar kompetisi untuk mengejar medali. Menurut dia, ajang tersebut merupakan bagian dari proses menemukan, membimbing, dan mengembangkan potensi akademik generasi muda Indonesia.

 

“Teruslah belajar untuk meraih cita-cita dan teruslah belajar agar kalian menjadi saintis Indonesia, ilmuwan Indonesia yang berkepribadian Pancasila, berakhlak mulia,” kata Abdul Mu’ti.

 

Ia berharap para peserta OSN mampu mengembangkan sains dan teknologi dengan tetap berpijak pada potensi yang dimiliki Indonesia, baik kekayaan alam, hayati, sosial, maupun budaya.

 

Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, yang disertai nilai, moralitas, integritas, dan karakter kebangsaan.

 

Menurutnya, potensi talenta tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Pengembangan kemampuan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pengalaman, pembelajaran, dan keberanian untuk terus mencoba.

 

“Kami mendorong agar sains yang dikembangkan anak-anak kita ini tetap mengembangkan potensi yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

 

Peserta OSN Naik 12 Persen

 

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene mengatakan penyelenggaraan OSN 2026 mengalami peningkatan jumlah peserta lebih dari 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Selain sembilan cabang kompetisi, rangkaian OSN 2026 juga diisi Bina Talenta Indonesia Kolaboratif dan eksibisi kompetisi kecerdasan artifisial.

 

Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk mengasah kemampuan peserta secara individual, tetapi juga membangun kemampuan berkolaborasi lintas bidang.

 

Menurut Irene, para peserta juga memiliki peluang melanjutkan pengembangan talenta melalui berbagai program yang disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

 

“Untuk apresiasi uang pembinaan, peluang untuk ke ajang internasional dengan pembinaan di Pelatnas, bina talenta, beasiswa, potensi untuk masuk dalam perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Semua itu disediakan oleh Kemendikdasmen untuk mendukung pengembangan talenta di Indonesia,” kata Irene.

 

Dengan demikian, capaian dalam OSN tidak hanya berhenti pada penghargaan medali. Para peraih prestasi juga berpeluang mendapatkan pembinaan lanjutan hingga mengikuti seleksi untuk kompetisi sains tingkat internasional.

 

Peraih Medali Dapat Uang Pembinaan

 

Selain medali, Kemendikdasmen memberikan uang pembinaan kepada para peraih medali OSN 2026.

 

Peraih medali emas mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp25 juta, medali perak Rp20 juta, dan medali perunggu Rp15 juta.

 

Wakil Rektor 4 Universitas Muhammadiyah Malang, Muhammad Salis, mengatakan OSN menjadi ruang bagi talenta muda untuk mengaktualisasikan kemampuan, membangun jejaring, sekaligus saling memotivasi.

 

“Kompetisi sebenarnya bukanlah tentang sekadar soal menang kalah, namun bagaimana kita bergembira dalam mengaktualisasikan diri, bagaimana kita menikmati jejaring baru,” ujar Salis.

 

Kemendikdasmen berharap OSN 2026 menjadi titik awal pengembangan talenta sains secara berkelanjutan. Para peserta didorong terus belajar, memiliki growth mindset, optimistis menghadapi masa depan, dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan potensi.

 

Dengan pola pembinaan tersebut, prestasi yang lahir dari OSN diharapkan dapat berlanjut ke berbagai ajang internasional sekaligus memperkuat ekosistem pengembangan talenta sains Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!