30 C
Jakarta

Pelantikan PC IMM Sukoharjo 2026, Mahasiswa UMS Siap Gerakkan Organisasi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Pelantikan & Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo periode 2026 sukses digelar dengan khidmat dan penuh semangat kepemimpinan pada Minggu, (5/4), bertempat di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS.

 

Acara dimulai dengan pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta, tamu undangan, serta kader IMM dari berbagai Komisariat. Tema kegiatan mengusung “Merajut Gerakan Kolektif, Menggema Dalam Kolaboratif.”

 

Selanjutnya, dilaksanakan prosesi pelantikan pengurus PC IMM Sukoharjo periode 2026 oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah. Kepengurusan PC IMM Sukoharjo 2026 didominasi oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id (UMS) dengan total kurang lebih 48 mahasiswa. Momentum pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah dan tanggung jawab mahasiswa UMS dalam berorganisasi.

 

Azhar Ardiansyah Al-Aziz, selaku Ketua Umum PC IMM Sukoharjo 2026, yang juga mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) https://www.ums.ac.id/jurusan/pendidikan-agama-islam UMS menyampaikan dan menegaskan bahwa membaca menjadi jalan untuk berdialog dengan pemikiran tokoh terdahulu.

 

“Tradisi membaca di IMM adalah jalan untuk berdialog dengan pemikiran tokoh terdahulu, menulis sebagai wadah menuangkan gagasan, serta berdiskusi untuk melatih pola pikir kritis dan argumentatif,” katanya, Selasa, (7/4).

 

Ia juga menyoroti krisis degradasi intelektualitas di kader IMM. Menurutnya, intelektualitas kader harus terus diperkuat dalam setiap langkah perjuangan.

 

“IMM hari ini mulai mengalami penurunan dalam budaya literasi, khususnya membaca, menulis, dan berdiskusi, sehingga hal ini perlu kembali diperkuat dalam setiap langkah perjuangan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Azhar mengajak seluruh kader untuk menjaga semangat dan komitmen dalam membangun kesadaran kolektif serta menghidupkan kembali tradisi keilmuan.

 

“IMM akan tetap relevan jika mampu menjaga fondasi tersebut serta bergerak secara kolaboratif dan berdampak di tengah masyarakat,” tambahnya.

 

Sementara itu Anas Asyari Nashuha, S.H., selaku Ketua Umum PC IMM Sukoharjo periode 2025 yang juga alumni Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) UMS, menyampaikan bahwa IMM tidak akan berjalan tanpa seorang kader.

 

“Organisasi ini tidak bisa dijalankan sendiri, melainkan harus dibangun dengan kebersamaan dan peran aktif seluruh kader,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi harus disikapi dengan kesiapan dan semangat kolektif. Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

 

“Seluruh kader IMM harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta tetap menjaga nilai dan tujuan organisasi dalam setiap gerakan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Nia Nur Pratiwi, S.Pd., M.M. Selaku Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, menyampaikan bahwa IMM Sukoharjo memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan telah melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai bidang, sehingga perlu terus dijaga dan dilanjutkan.

 

“Pengalaman kaderisasi menjadi proses penting dalam membentuk kualitas diri kader, sehingga semangat berdialektika dan berkembang harus terus dipertahankan,” tambahnya.

 

H. Djumari, S.Ag., M.Si., selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, mengingatkan bahwa kader memiliki peran penting sebagai penjaga nilai dan ideologi organisasi agar tetap berada pada jalur perjuangan yang benar.

 

Ia menegaskan bahwa setiap kader harus mampu menjaga arah gerakan dan tidak keluar dari prinsip-prinsip dasar yang telah ditetapkan.

 

“Sebagai kader, kita harus menjaga nilai dan ideologi organisasi serta tetap berada pada jalur perjuangan yang benar,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!