30 C
Jakarta

Pengajian Ahad Pagi PCM Simo Angkat Wayang Golek Pitutur

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM — Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simo berlangsung khidmat dan sarat pesan inspiratif. Bertempat di Gedung Dakwah PCM Simo, kegiatan ini menghadirkan sajian khas Wayang Golek Pitutur dengan tema Menjaga Bumi dan Kesalehan Sosial.

Pengajian diisi oleh Ki Ustad Pujiono yang menyampaikan dakwah berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya tentang keseimbangan alam (mīzān) sebagaimana termaktub dalam QS. Ar-Rahman ayat 7–9 serta larangan berbuat kerusakan di bumi pada QS. Al-A‘raf ayat 56. Melalui pitutur wayang golek, pesan keislaman disampaikan secara ringan, komunikatif, dan mudah dipahami oleh jamaah.

Dalam penyampaiannya, Ki Ustad Pujiono menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari iman dan ibadah. Menurutnya, kesalehan seorang muslim tidak hanya diukur dari ritual keagamaan, tetapi juga dari kepedulian terhadap alam dan kehidupan sosial. Kerusakan bumi, kata dia, terjadi akibat hilangnya keseimbangan serta perilaku manusia yang melampaui batas dalam memanfaatkan sumber daya alam.

“Kepedulian terhadap lingkungan adalah wujud kesalehan sosial. Merawat bumi berarti menjaga amanah Allah SWT,” tuturnya di hadapan jamaah.

Kegiatan Pengajian Ahad Pagi ini diprakarsai oleh Majelis Tabligh PCM Simo yang diketuai Wagiman, S.Si., serta mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan PCM. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PCM Simo H. Sholihin, Sekretaris PCM Mushowir, serta Syarif Widodo.

Pengajian diikuti oleh jamaah dari berbagai ranting dan simpatisan Muhammadiyah di wilayah Simo. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Media Wayang Golek Pitutur dinilai efektif sebagai sarana dakwah kultural yang membumi dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, PCM Simo berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian bumi merupakan tanggung jawab keimanan dan sosial. Pengajian Ahad Pagi ini sekaligus menjadi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan, membumi, dan berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!