30 C
Jakarta

Pengajian Budaya Perguruan Muhammadiyah Denpasar Bersama KH. Kusen, S.Ag., M.A., Ph.D

Baca Juga:

Denpasar, Menara62.com. Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen/PNF) PDM Denpasar kembali berkolaborasi dengan Majelis Tabligh PDM Denpasar dalam menggelar kajian bulanan. Kegiatan tersebut dikemas dalam Pengajian Budaya Perguruan Muhammadiyah Denpasar yang dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur SD Muhammadiyah 3 Denpasar, dengan menghadirkan KH. Kusen, S.Ag., M.A., Ph.D selaku Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai penceramah utama.

Pengajian ini diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, serta pegawai di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Denpasar. Kegiatan rutin ini menjadi ruang pembinaan ideologi dan penguatan nilai-nilai keislaman serta kemuhammadiyahan, khususnya bagi insan pendidik.

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen/PNF PDM Denpasar, H. Nadjamuddin, S.Pd, menyampaikan bahwa kajian bulanan ini merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas spiritual dan karakter pendidik Muhammadiyah. Ia menegaskan pentingnya sinergi antar majelis untuk menjaga ruh perjuangan Muhammadiyah di dunia pendidikan.

Ketua PDM Denpasar, Tatang Wisnu Wardhana, S.Pt, dalam sambutannya menegaskan bahwa kajian seperti ini bertujuan untuk merawat semangat ber-Islam dan bermuhammadiyah, khususnya di kalangan guru dan pegawai sekolah Muhammadiyah Denpasar. Ia juga memberikan apresiasi kepada Majelis Tabligh dan Majelis Dikdasmen/PNF yang telah berkolaborasi dalam menjaga dan menguatkan nilai-nilai kemuhammadiyahan. Selain itu, beliau mengingatkan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan agar menyambut bulan Ramadhan dengan menampilkan semangat serta nilai-nilai Islam dan Ramadhan yang memberi manfaat luas bagi umat.

Memasuki agenda inti, KH. Kusen, S.Ag., M.A., Ph.D menyampaikan tausiah dengan tema “Pendidikan Karakter Muhammadiyah Lewat Budaya”. Mengawali tauziahnya Kyai Chepu membacakan sebuah puisi yang berisi kesedihan dan kekhawatirannya akan maraknya generasi muda yang terjebak didunia narkoba. Selanjutnya dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya dibangun melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui pendekatan budaya yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah. Budaya, menurutnya, dapat menjadi media strategis untuk menanamkan akhlak, etos kerja, serta identitas keislaman yang berkemajuan.

Pengajian budaya ini diharapkan mampu memperkuat komitmen para pendidik Muhammadiyah Denpasar dalam menjalankan peran strategisnya sebagai teladan, pendidik karakter, serta penggerak dakwah di lingkungan sekolah dan masyarakat.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!