30 C
Jakarta

Pengukuhan, Ta’aruf dan Mukerda MUI Provinsi Bali Masa Khidmat 2025–2030.

Baca Juga:

Denpasar, Menara62.com. Sabtu (28/2/2026), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali resmi menggelar Pengukuhan, Perkenalan, dan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Satu Masa Khidmat 2025–2030 dengan mengangkat tema ” Meneguhkan Peran Ulama untuk menwujudkan Masyarakat Bali yang sejahtera dan berkeadilan ” yang dirangkaikan dalam suasana penuh khidmat pada 10 Ramadhan 1447 H di Hotel Harris Cokroaminoto Denpasar.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.45 WITA ini diawali dengan registrasi peserta dan undangan, dilanjutkan dengan pembukaan. Suasana semakin syahdu dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Qori Salim Maulana A.H., S.Pd., sebelum seluruh hadirin berdiri menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan komitmen kebangsaan.

Ketua Panitia, Feri Hendri, S.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni pengukuhan, namun juga momentum konsolidasi dan penguatan program kerja MUI Bali lima tahun ke depan.

Prosesi pengukuhan susunan pengurus MUI Bali Masa Khidmat 2025–2030 dipimpin oleh KH. Masduki Baidlowi dan dibacakan oleh Dr. Drs. H. Ismoyo Sugiarto Soemarlan, M.Par., yang secara resmi menetapkan kepengurusan baru untuk mengemban amanah organisasi, dan dilanjutkan dengan penandatanganan pakta perkhidmatan.

Ketua Umum MUI Bali, Drs. H. Mahrusun Hadyono, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran ulama dalam menjaga harmoni umat beragama di Bali serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat demi terjalinnya persatuan dan persaudaraan umat. Dipenghujung beliau berharap pengkuhan dan Rakorwil ini akan tercipta komitmen membangun umat yang harmoni dan mensejahterakan dan berkeadilan.

Gubernur Bali, yang diwakili oleh, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprop. Bali, Dewa Gede Mahendra Putra, SH.MH, sambutan sekaligus membuka secara resmi Pengukuhan dan Mukerda MUI Provinsi Bali. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan MUI dalam menjaga kerukunan, stabilitas sosial, serta pembangunan karakter umat di Pulau Dewata yang berkeadilan. Momentum hari ini menjadi sangat penting dalam membangun komitmen bersama dalam menjaga alam Bali dan isinya yang beragam agama dan suku budaya.

“Saya mengajak MUI untuk menjadi benteng terdepan dalam menjaga Bali dari radikalisme dan bekerja bersama-sama dalam menghadapi tantangan kedepan ” pungkasnya dan sekaligus membuka Mukerda MUI I ditandai dengan pemukulan rabana secara bersama-sama oleh Gubernur dan Undangan.

Acara selanjutnya dirangkaikan dengan penyerahan plakat penghargaan sebagai simbol apresiasi dan penghormatan.

Selanjutnya Sambutan dari KH. Masduki Baidlowi dari DPP MUI. Beliau meneguhkan kembali apa perlunya pengukuhan. Agar semua yang telah dikukuhkan taat pada pengurus MUI Bali sesuai dengan apa yang diucapkan, dan menjadi landasan ideologis dan strategis bagi seluruh pengurus dalam menjalankan roda organisasi.

Acara berikutnya adalah Penandatanganan kerjasama MUI bersama BULOG dan Pegadaian Propinsi Bali dan ditutup semua rangkaian pembukaan dengan doa oleh Drs. H. Makhfudin, M.A.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno yang membahas program kerja melalui presentasi 10 komisi dan 6 lembaga. Forum ini menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan prioritas program MUI Bali selama satu masa khidmat ke depan. Hasil rapat pleno kemudian disahkan dan diserahkan kepada Pimpinan Harian MUI Bali sebagai pedoman pelaksanaan kerja organisasi.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama pada pukul 18.43 WITA dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Maghrib berjamaah, mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para peserta.

Melalui Pengukuhan dan Rakerda ini, MUI Provinsi Bali diharapkan semakin solid, responsif terhadap dinamika umat, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni, moderasi beragama, dan kemaslahatan masyarakat Bali secara luas.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!