25.1 C
Jakarta

Penjas Berbudaya Perkuat Karakter Bangsa

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran inovatif berbasis kearifan lokal. Hal tersebut diwujudkan melalui Kuliah Umum bertajuk “Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa” yang digelar pada Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Permainan Tradisional yang dirancang dengan pendekatan project based learning. Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan teoritis, tetapi juga diajak merefleksikan peran permainan rakyat sebagai media pembentukan karakter dan identitas kebangsaan.

Ketua Panitia, Yerry Rafadinata, menyampaikan bahwa kuliah umum ini bertujuan menumbuhkan ketertarikan serta kesadaran mahasiswa terhadap permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan teknologi dan budaya populer. Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang sangat relevan dalam pembelajaran karakter generasi muda.

“Permainan tradisional bukan sekadar aktivitas bermain, melainkan ruang kebersamaan yang mengajarkan kerja sama, kejujuran, sportivitas, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai ini sangat penting dalam pendidikan jasmani,” ujar Yerry.

Dosen pengampu mata kuliah Permainan Tradisional, Ardian Tomy, S.Pd., M.Or., menjelaskan bahwa kuliah umum ini merupakan luaran dari desain pembelajaran berbasis proyek. Mahasiswa diarahkan untuk mengenali, mengkaji, hingga mengembangkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang aplikatif.

“Kami ingin mahasiswa memahami filosofi dan nilai karakter dalam permainan tradisional, bukan hanya mengenal jenisnya. Kuliah umum ini menjadi penguatan akademik sekaligus refleksi pembelajaran,” jelasnya.

Hal senada disampaikan dosen pembimbing kegiatan, Nurhaidayat, S.Pd., M.Or. Ia menekankan bahwa permainan tradisional memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik serta memperkuat identitas kebangsaan melalui pendekatan budaya lokal.

“Permainan tradisional menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Ke depan, mata kuliah ini akan terus kami kembangkan agar semakin berdampak bagi mahasiswa dalam penguatan karakter sebagai generasi muda yang melek budaya,” tuturnya.

Kuliah umum ini menghadirkan Muhammad Safrudin, praktisi budaya, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengajak mahasiswa untuk aktif melestarikan permainan tradisional melalui pendekatan edukatif dan kreatif, sekaligus menanamkan nilai karakter seperti kepemimpinan, kejujuran, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.

Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kuliah umum ini mampu memperkaya wawasan mahasiswa serta menegaskan peran pendidikan jasmani dalam pembangunan karakter bangsa.

“Permainan tradisional memiliki kontribusi nyata dalam pembentukan karakter anak-anak Indonesia. Melalui pembelajaran berbasis proyek seperti ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan jasmani yang berorientasi pada penguatan karakter, inovasi pembelajaran, dan pelestarian kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan generasi bangsa. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!