SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa” pada Kamis (15/1).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis prodi dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan nilai-nilai kearifan lokal bangsa.
Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Permainan Tradisional yang dirancang dengan pendekatan project based learning. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga diajak merefleksikan makna permainan rakyat sebagai media pembentukan karakter dan identitas kebangsaan.
Ketua Panitia, Yerry Rafadinata, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini bertujuan menumbuhkan ketertarikan dan kesadaran mahasiswa terhadap permainan tradisional yang mulai tergerus oleh perkembangan teknologi dan budaya populer.
“Permainan tradisional bukan sekadar aktivitas bermain, tetapi ruang kebersamaan yang mengajarkan nilai kerja sama, kejujuran, sportivitas, serta tanggung jawab sosial. Melalui kuliah umum ini, kami berharap mahasiswa mampu memahami dan menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut dalam konteks pendidikan jasmani,” ungkap Yerry saat diwawancarai, Jumat, (16/1).
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Permainan Tradisional, Ardian Tomy, S.Pd., M.Or., menjelaskan bahwa kuliah umum ini merupakan luaran pembelajaran dari desain mata kuliah berbasis proyek yang telah diterapkan selama perkuliahan.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa diarahkan untuk mengenali, mengkaji, dan mengembangkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang aplikatif.
“Kami merancang mata kuliah ini agar mahasiswa tidak hanya mengenal jenis-jenis permainan tradisional di Nusantara, tetapi juga memahami filosofi serta nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Kuliah umum ini menjadi penguatan akademik sekaligus praktik reflektif dari proses pembelajaran,” jelasnya.
Pandangan tersebut diperkuat oleh dosen pembimbing kegiatan, Nurhidayat, S.Pd., M.Or. Ia menekankan bahwa permainan tradisional memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik serta memperkuat identitas kebangsaan melalui pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal.
“Permainan tradisional mampu menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa saling menghargai yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak-anak Indonesia,” tuturnya.
Ia menambahkan, ke depan pengembangan mata kuliah Permainan Tradisional akan terus didesain agar semakin berdampak bagi mahasiswa. Inovasi pembelajaran akan terus dihadirkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik serta bermanfaat dalam penguatan karakter generasi muda yang melek budaya.
Kuliah umum ini menghadirkan Muhammad Safrudin, seorang praktisi budaya, sebagai narasumber utama dengan materi “Menumbuhkan Ketertarikan dalam Permainan Tradisional melalui Kuliah Umum”.
Dalam pemaparannya, ia menguraikan berbagai contoh permainan rakyat yang memiliki potensi besar dalam menanamkan nilai karakter sekaligus mengajak mahasiswa berperan aktif dalam pelestarian permainan tradisional.
Menurutnya, permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Melalui pendekatan edukatif dan kreatif, permainan tradisional dapat menjadi media efektif dalam membangun karakter seperti kerja sama, kejujuran, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap budaya Nusantara.
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkaya wawasan mahasiswa mengenai keberagaman permainan tradisional di Indonesia sekaligus mempertegas peran pendidikan jasmani dalam membangun karakter bangsa.
“Melalui kuliah umum dengan tajuk festival permainan tradisional ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenal lebih dalam bagaimana permainan tradisional dapat meningkatkan karakter generasi bangsa. Kegiatan ini kami rancang sebagai luaran mata kuliah berbasis proyek agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman mata kuliah di Program Studi Pendidikan Jasmani diharapkan mampu membekali mahasiswa untuk mengenali kekayaan permainan tradisional Nusantara serta memahami kontribusinya dalam meningkatkan karakter anak-anak Indonesia. (*)
