BOLTIM – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Cherish Harriette, B.A(Hons)., M.B.A, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar di masyarakat luas.
Seperti diketahui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah program Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk memperkuat pemahaman kebangsaan dengan mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Rangkaian kegiatan ini dibingkai dengan suasana kekeluargaan bersama masyarakat di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan demi merajut silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi berupa saran dan masukan terkait pelaksanaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian dialog ini terbagi dalam dua sesi yang berjalan khidmat. Pertemuan pertama dilaksanakan pukul 07.00 s/d 11.15 WITA di Halaman Kediaman Keluarga Alimudin, Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Boltim. Sesi kedua dilanjutkan dengan suasana hangat pada pukul 13.00 s/d 17.15 WITA bertempat di Villa Enpha, Desa Moonow, Kecamatan Modayag Barat. Total peserta yang hadir mencapai 300 orang dari kalangan tokoh masyarakat dan pemuda yang antusias berbagi gagasan demi kemajuan daerah.
Dalam dialog di Desa Modayag, Cherish mengajak masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana memupuk nasionalisme dan mempererat persaudaraan, bukan perpecahan6. Beliau mengingatkan pentingnya saling menjaga dengan cara menyaring informasi sebelum dibagikan agar kerukunan tetap terjaga. Selain itu, ia menekankan bahwa TNI dan Polri adalah bagian dari keluarga besar rakyat yang bertugas melindungi dan mengayomi dengan nilai-nilai humanis.
Sementara dalam pertemuan di Desa Moonow, Cherish bersama warga berdiskusi mengenai pentingnya integritas dalam pemerintahan. Beliau mengajak masyarakat berperan aktif mengawasi jalannya pemerintahan demi mencegah korupsi yang dapat merugikan masa depan bangsa. Terkait pembangunan, Cherish berkomitmen mengawal pemerataan di seluruh pelosok negeri. “Pembangunan di berbagai daerah adalah upaya kita bersama untuk merajut NKRI, agar setiap warga negara merasakan keadilan dan kesejahteraan yang sama,” ungkapnya.
Isu lingkungan hidup juga menjadi perhatian bersama dalam kedua pertemuan tersebut. Cherish menekankan bahwa mencintai tanah air secara konkret dapat diwujudkan dengan menjaga kelestarian alam. Semangat patriotisme masa kini tercermin dari gotong royong warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, dan mencegah bencana demi kenyamanan hidup bersama.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar pemahaman nilai-nilai kebangsaan ini dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, demi terciptanya tatanan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

