BANDUNG, MENARA62.COM — Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kertasari di Desa Cibeureum, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (07/02/26), berlangsung sukses dan mendapat respons positif dari para peserta.
Melalui program ini, tim pengabdian hadir untuk membersamai ibu-ibu Desa Cibeureum dalam mengubah limbah kopi menjadi produk bernilai tambah. Selama ini limbah kopi sering tidak dianggap penting, padahal punya potensi ekonomi.
Kegiatan ini difokuskan pada inovasi pengolahan limbah kopi. Selain itu, juga penguatan kapasitas ibu-ibu desa dalam aspek produksi dan pemasaran digital sebagai upaya mendorong kemandirian serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Tim pengabdian memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah kopi secara terstruktur. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) sederhana, pembagian peran dalam kelompok, hingga pengenalan potensi berbagai produk turunan berbasis limbah kopi.
Selain aspek produksi, ibu-ibu Desa Cibeureum juga dibekali wawasan literasi digital. Mereka diperkenalkan pada pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran produk secara lebih luas. Langkah ini dinilai penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu bersaing di pasar.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Ibu-ibu Desa Cibeureum didampingi dalam proses pemilahan, pengeringan, hingga pengolahan limbah kopi menjadi produk bernilai tambah, seperti tisane cascara dan produk turunan lainnya.
Melalui praktik ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi memperoleh keterampilan teknis yang dapat langsung diterapkan secara mandiri. Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan produksi.
Dalam sesi wawancara usai kegiatan, perwakilan ibu-ibu Desa Cibeureum menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pelatihan yang diberikan.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas ilmu yang diberikan. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa limbah kopi ternyata bisa diolah menjadi produk yang menghasilkan nilai ekonomi,” ungkap salah satu peserta.
Oleh karena itu, mereka pun berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi organisasi serta masyarakat desa. Tidak berhenti pada kegiatan ini saja.
Pendekatan pelatihan yang menggabungkan materi dan praktik ini diharapkan mampu membangun kepercayaan diri ibu-ibu Desa Cibeureum, Kabupaten Bandung, dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, limbah kopi yang sebelumnya terbuang kini berpotensi menjadi sumber penghasilan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat penting sebagai langkah pemberdayaan.***


