Di balik setiap angka statistik kemiskinan atau laju inflasi yang dibicarakan di televisi, ada sebuah realita yang jauh lebih jujur: meja makan kita.
Meja makan adalah tempat di mana politik benar-benar terjadi setiap hari. Di sanalah seorang ayah menghela napas panjang melihat tagihan sekolah yang merayap naik. Di sanalah seorang ibu memutar otak, membagi sepotong tempe agar cukup untuk semua, sambil berharap harga minyak goreng tak lagi melonjak besok pagi.
Selama ini, kita diajarkan bahwa politik adalah urusan “orang-orang besar” di gedung parlemen. Kita dipaksa percaya bahwa kemajuan bangsa diukur dari berapa banyak gedung pencakar langit yang dibangun di pusat kota. Namun, bagi Partai Gema Bangsa, ukuran kemajuan yang sejati hanya satu: Seberapa berdaya sebuah keluarga di depan meja makannya sendiri?
Kemandirian tidak dimulai dari istana negara. Ia dimulai dari rumah.
Bayangkan sebuah kondisi di mana setiap keluarga tidak lagi merasa cemas akan esok hari. Bukan karena mereka menerima bansos atau janji tunjangan, melainkan karena mereka memiliki kemandirian. Kemandirian untuk mengakses pangan sehat dari kebun sendiri atau komunitas tetangga. Kemandirian untuk mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan tanpa harus memohon-mohon seperti pengemis di tanah sendiri.
Bagi Gema Bangsa, Desentralisasi Politik bukan sekadar pembagian kekuasaan antara pusat dan daerah. Ini adalah tentang mengembalikan kedaulatan ke unit terkecil peradaban: Keluarga. Jika sebuah keluarga mandiri secara ekonomi, cerdas secara informasi, dan sehat secara lingkungan, maka mereka tidak akan mudah didekte oleh kepentingan politik sesaat. Keluarga yang mandiri adalah benteng pertahanan negara yang paling tangguh. Mereka tidak menunggu “tetesan” kesejahteraan dari atas, karena mereka adalah sumber kesejahteraan itu sendiri.
Kami ingin membangun politik yang memperkuat meja makan Anda. Politik yang memastikan bahwa keputusan tentang gizi anak-anak Anda, pendidikan mereka, dan masa depan dapur Anda, tidak lagi ditentukan oleh spekulan pasar atau kebijakan yang abai.
Negara yang kuat bukanlah negara yang memiliki banyak hutang untuk membangun monumen. Negara yang kuat adalah negara yang terdiri dari jutaan keluarga yang tidurnya nyenyak karena perutnya kenyang, hatinya tenang, dan masa depannya terjamin oleh kemampuannya sendiri.
Hari ini, mari kita sepakati satu hal: Kemerdekaan sejati adalah saat keluarga kita tak lagi bergantung pada belas kasihan kekuasaan.

