BOYOLALI, MENARA62.COM — Pekan Olahraga, Sains, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (PORSIMU) ke-3 Tahun 2026 yang diselenggarakan Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD/MIM Kabupaten Boyolali berlangsung sukses dan sarat semangat sportivitas. Ajang ini menjadi wadah pembinaan prestasi sekaligus penguatan karakter siswa Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali.
PORSIMU 2026 resmi dibuka pada 20 Januari 2026 di GOR Budi Langgeng, Ngemplak, dan ditutup setelah seluruh rangkaian lomba rampung, termasuk Olimpiade Sains Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang digelar pada 31 Januari 2026 di Kompleks Muhammadiyah Karanggede.
Ketua FKKS SD/MIM Kabupaten Boyolali, Agus Sutrisno, S.Pd., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa PORSIMU merupakan ajang strategis untuk menumbuhkan karakter Islami, semangat berprestasi, serta mempererat ukhuwah antar siswa SD dan MI Muhammadiyah.
Ketua Panitia PORSIMU 2026, Mustamik, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah. Cabang dan lomba yang dipertandingkan meliputi futsal, bulu tangkis, tenis meja, nyanyi tunggal, serta Olimpiade Sains Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Tercatat sebanyak 36 grup futsal, 24 grup bulu tangkis, 24 peserta tenis meja, 33 peserta nyanyi tunggal, serta 77 peserta Olimpiade Sains turut ambil bagian.
Setelah melalui pertandingan dan perlombaan yang kompetitif dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, berikut hasil juara umum PORSIMU 2026 bidang olahraga:
Pada cabang bulu tangkis putra, juara umum diraih SD Muhammadiyah PK Boyolali, disusul MIM PK Kenteng sebagai juara kedua, serta MIM Miri dan MIM Grinting di posisi berikutnya.
Sementara pada bulu tangkis putri, juara umum diraih MIM PK Kenteng, juara kedua MIM Kismoyoso, dan juara ketiga diraih SD Muhammadiyah PK Wonosogoro bersama MIM Giriroto.
Adapun juara umum futsal PORSIMU 2026 berhasil diraih SD Muhammadiyah PK Nogosari. Posisi juara kedua ditempati MIM Al Akbar Pandeyan, sedangkan juara ketiga diraih MIM Kismoyoso dan MIM PU Widoro.
PORSIMU 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wahana pembinaan bakat, karakter, serta internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir siswa-siswa Muhammadiyah yang unggul, berprestasi, dan siap menjadi kader persyarikatan serta bangsa di masa depan. (*)
