BREBES, MENARA62.COM – Lazismu bersama sejumlah mitra strategis menghadirkan Posko “Mudikmu Aman 2026” di dua titik utama arus mudik, yakni di Kabupaten Brebes dan Terminal Terpadu Merak. Posko ini disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan bagi para pemudik Lebaran 2026.
Perwakilan Kantor Layanan Cabang (KLC) Paguyangan, Faisal Nur Fahmi, mengatakan posko di Kecamatan Paguyangan, Brebes telah beroperasi sejak H-5 hingga H+5 Lebaran. Lokasinya berada di kompleks Perguruan Muhammadiyah Paguyangan dan bekerja sama dengan Masjid Ahmad Dahlan setempat.
“Posko ini menyediakan layanan kesehatan, ambulans, tempat istirahat yang nyaman, hingga fasilitas pendukung lainnya bagi pemudik,” ujar Faisal.
Beragam fasilitas disiapkan, mulai dari pemeriksaan kesehatan seperti cek tekanan darah, penanganan kelelahan, hingga layanan darurat ringan. Selain itu, tersedia sekitar 10 tempat tidur untuk beristirahat, toilet ramah disabilitas, ruang laktasi, serta area parkir kendaraan.
Tak hanya layanan kesehatan, posko juga menghadirkan layanan sosial berupa pembagian takjil gratis saat berbuka puasa dan makanan sahur bagi pemudik. Ambulans yang disiagakan dapat digunakan untuk merujuk pemudik yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara itu, posko di Merak menjadi titik strategis bagi pemudik yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatra. Posko ini dikelola oleh tim gabungan yang melibatkan Poltekkes Aisyiyah, Tagana Cilegon, serta relawan dari berbagai unsur Muhammadiyah.
Penanggung jawab program Mudikmu Aman Lazismu Pusat, Rudi Susanto, menjelaskan bahwa posko ini dirancang untuk memberikan layanan kesehatan komprehensif, terutama bagi pemudik yang mengalami kelelahan selama perjalanan panjang.
“Kebutuhan pemudik cukup tinggi, mulai dari keluhan ringan seperti masuk angin hingga kram otot. Posko ini diharapkan menjadi solusi cepat dan tepat,” ujarnya.
Respons pemudik terhadap layanan ini terbilang positif. Sejumlah pemudik mengaku terbantu, terutama dalam memulihkan kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan.
Pelaksanaan posko ini juga melibatkan berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, serta Nasyiatul Aisyiyah yang berperan aktif sebagai relawan. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong dalam melayani masyarakat.
Ke depan, Lazismu berencana memperluas jangkauan posko ke titik-titik strategis lainnya seiring meningkatnya kebutuhan pemudik dan dampak positif yang dirasakan.
“Kami berharap dukungan dari Lazismu Pusat dan para mitra terus berlanjut agar pelayanan kepada pemudik semakin optimal di tahun-tahun mendatang,” tutup Faisal. (*)

