30 C
Jakarta

Puasa Madrasah Karakter, Prof Suranto Inspirasi Jamaah

Baca Juga:

SRAGEN, MENARA62.COM – Kajian buka puasa bertema “Transformasi Membentuk Karakter Mulia” di Masjid Nurul Hidayah, Sabtu (7/3/2026), menjadi momentum memperkuat nilai-nilai spiritual Ramadan. Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB tersebut menghadirkan Direktur Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Ir. H.Suranto, ST., MM., M.Si  yang menyampaikan tausiyah tentang puasa sebagai proses transformasi diri menuju pribadi berkarakter mulia.

Dalam penyampaiannya yang hangat, jenaka, dan interaktif, Prof Suranto mengajak sekitar 300 jamaah untuk memaknai puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga. Menurutnya, puasa merupakan sarana pendidikan ruhani sekaligus benteng yang melatih kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

“Puasa adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita belajar kesabaran, keikhlasan, serta meningkatkan kasih sayang dan solidaritas, sehingga terbentuk pribadi yang berkarakter ihsan dan mulia,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ramadan merupakan bulan penuh ampunan di mana amal saleh dilipatgandakan, doa-doa diijabah, serta pintu rahmat Allah terbuka luas. Karena itu, umat Islam diminta memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak amal kebaikan, memperbaiki kualitas ibadah, dan mempererat ukhuwah.

Dalam kajian tersebut, Prof Suranto juga mengingatkan hakikat hidup manusia sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Ia menegaskan pentingnya menjaga karakter mulia setelah Ramadan berakhir dengan menjadi teladan dan pelopor dalam kebaikan di tengah masyarakat.

Selain itu, jamaah diajak untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah. Ia mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an yang mengingatkan bahwa nikmat Allah begitu luas dan tak terhitung, sehingga manusia perlu terus belajar, merenung, dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Sementara itu, panitia kegiatan, Muhammad Ramadhon, mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.

“Kami mengajak jamaah untuk terus mempelajari Al-Qur’an dan meningkatkan amalan saleh selama Ramadan,” katanya.

Di akhir tausiyah, Prof Suranto kembali menegaskan pentingnya mentadabburi Al-Qur’an agar ayat-ayatnya menjadi petunjuk dalam kehidupan. Kajian yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar setelah Ramadan setiap pribadi benar-benar bertransformasi menjadi hamba yang lebih bertakwa, lebih bersyukur, dan lebih dekat kepada Allah SWT. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!