SOLO, MENARA62.COM – Khatib Jumat mengajak umat Islam memanfaatkan momentum bulan Syawal dengan melaksanakan puasa sunah enam hari setelah Idulfitri. Amalan ini diyakini memiliki keutamaan pahala setara berpuasa selama satu tahun.
Seruan tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, saat menyampaikan khutbah di Masjid Asy Syi’ar, Kompleks Radio Republik Indonesia (RRI), Kestelan, Banjarsari, Solo, Jumat (27/3/2026).
Dalam khutbahnya, ia mengingatkan pentingnya meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt., terutama pasca-Ramadan. Ia menjelaskan bahwa puasa Syawal dapat dilaksanakan secara berurutan maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
“Puasa enam hari di bulan Syawal bisa dilakukan fleksibel. Keutamaannya sangat besar, bahkan pahalanya setara setahun,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip Hadis Riwayat Muslim nomor 1164 yang menyebutkan bahwa siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti puasa enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Menurutnya, hal itu didasarkan pada kaidah bahwa setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Dengan demikian, puasa Ramadan selama 30 hari setara 300 hari atau 10 bulan, sementara puasa enam hari di Syawal setara 60 hari atau dua bulan.
“Jika dijumlahkan, keduanya genap menjadi satu tahun penuh,” jelasnya.
Ustaz Dwi juga menyoroti pentingnya memanfaatkan era digital untuk meningkatkan kualitas ibadah. Ia mendorong jemaah agar aktif mengakses kajian keislaman melalui berbagai platform di internet, seperti YouTube, Facebook, dan media sosial lainnya.
“Konten dakwah di era digital sangat melimpah. Ini harus dimanfaatkan untuk menambah ilmu dan memperkuat keimanan,” tambahnya.
Di akhir khutbah, ia mengingatkan bahwa salah satu tanda diterimanya amal ibadah Ramadan adalah adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
“Jika setelah Ramadan kita tetap menjaga salat malam, salat Subuh berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan gemar bersedekah, itu menjadi tanda amal kita diterima Allah,” pungkasnya.
Khutbah ini sekaligus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjaga konsistensi ibadah dan memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. (*)

