Politik yang kita kenal selama ini seringkali terasa dingin, keras, dan penuh dengan kalkulasi menang-kalah. Ia bicara tentang angka pertumbuhan, tentang pembangunan beton, dan tentang dominasi. Namun, di tengah riuhnya ambisi maskulin itu, ada satu suara yang seringkali hanya dijadikan hiasan atau pelengkap kuota: Suara Perempuan.
Bagi Partai Gema Bangsa, perempuan bukan sekadar angka di kertas suara. Perempuan adalah Rahim Peradaban.
Mengapa? Karena di tangan perempuanlah kebijakan yang paling abstrak sekalipun bertemu dengan realita yang paling nyata. Ketika para pengambil kebijakan di pusat berdebat tentang makroekonomi, para perempuanlah yang pertama kali merasakan dampaknya di dapur. Ketika air bersih sulit didapat karena kerusakan lingkungan, perempuanlah yang harus berjalan lebih jauh atau memutar otak lebih keras untuk memastikan keluarganya tetap sehat.
Melihat dunia melalui mata perempuan adalah melihat masa depan dengan penuh tanggung jawab.
Seorang ibu tidak pernah berpikir hanya untuk hari ini. Ia selalu berpikir: Apa yang akan dimakan anakku besok? Bagaimana masa depan mereka sepuluh tahun lagi? Apakah tanah ini masih bisa memberi mereka kehidupan? Inilah sifat dasar kepemimpinan yang kita butuhkan saat ini—kepemimpinan yang tidak hanya mengejar pencapaian jangka pendek, tetapi menjaga keberlangsungan generasi.
Dalam Gema Bangsa, keterlibatan perempuan adalah tentang membawa “insting merawat” itu ke dalam ruang kebijakan. Kita ingin kebijakan yang memiliki detak jantung. Kita ingin politik yang tidak hanya bicara tentang siapa yang berkuasa, tetapi tentang siapa yang dilindungi.
Desentralisasi politik yang kita perjuangkan mustahil terwujud tanpa pemberdayaan perempuan di tingkat komunitas. Di setiap desa dan lingkungan, perempuanlah yang biasanya menjadi simpul penggerak gotong-royong, pengelola ekonomi mikro, dan penjaga kearifan lokal. Mereka adalah pemimpin-pemimpin alami yang selama ini suaranya teredam oleh hiruk-pikuk politik formal yang berjarak.
Hari ini, kita menegaskan: Perempuan adalah detak jantung gerakan ini. Kami tidak hanya memberikan ruang bagi perempuan, kami menempatkan cara pandang perempuan sebagai fondasi perjuangan. Karena politik tanpa sentuhan ketegasan dan kasih sayang perempuan hanyalah perebutan kuasa yang kering dan tak bertujuan.
Saat perempuan berdaya, sebuah keluarga akan mandiri. Saat keluarga-keluarga mandiri, bangsa ini tidak akan pernah bisa dijatuhkan.
