37.5 C
Jakarta

Raih Juara 1, Mahasiswa UMS Bongkar Bahaya HP saat Berkendara

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mengetahui bahaya menggunakan ponsel saat berkendara ternyata belum cukup untuk mengubah kebiasaan di jalan. Survei mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengungkap, 78,6 persen responden yang mengetahui larangan tersebut masih menggunakan ponsel atau earphone saat berkendara.

 

Temuan itu mengantarkan tim VELOCE CUBE dari Program Studi Teknik Sipil UMS meraih Juara 1 Piala Wali Kota dalam Lomba Poster Ilmiah pada AI&ME Solo Road Safety Festival 2026. Kompetisi tersebut berlangsung di SMP Khusus Olahraga Surakarta, 10 Oktober 2026.

 

Tim yang terdiri atas Eva Hana Safitri, Khafidho Takhassunan, dan Muhammad Abiyyu Setyobudi itu mengangkat penelitian berjudul “Kebiasaan Penggunaan Mobilephone saat Berkendara di Kalangan Mahasiswa: Faktor Distraksi dan Potensinya terhadap Kecelakaan Lalu Lintas”.

 

Penelitian tersebut menyoroti kesenjangan antara pengetahuan mahasiswa mengenai risiko penggunaan ponsel saat berkendara dan perilaku mereka di jalan.

 

Muhammad Abiyyu Setyobudi menjelaskan, topik itu dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa. Penggunaan ponsel saat berkendara ternyata tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan mendesak, tetapi juga aktivitas seperti membuka navigasi dan mendengarkan musik.

 

“Kami ingin melihat kebiasaan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa sendiri. Ternyata, penggunaan HP saat berkendara bukan hanya soal kebutuhan mendesak. Ada yang menggunakannya untuk membuka maps atau sekadar mendengarkan musik,” ujar Abiyyu, Selasa (13/10/2026).

 

Survei Mahasiswa UMS Ungkap Risiko Distraksi

 

Survei terhadap 143 mahasiswa Fakultas Teknik UMS tersebut menemukan sejumlah kebiasaan yang berpotensi mengganggu konsentrasi saat berkendara.

 

Sebanyak 56,6 persen responden mengaku menggunakan ponsel untuk mengakses navigasi atau maps. Sementara itu, 44,1 persen menggunakan perangkat tersebut untuk mendengarkan musik.

 

Dampaknya terhadap kewaspadaan juga menjadi perhatian. Sebanyak 66,4 persen responden mengaku kewaspadaannya berkurang ketika menggunakan ponsel atau earphone saat berkendara.

 

Lebih jauh, 47,6 persen responden menyatakan pernah mengalami kejadian nyaris celaka, seperti terlambat mengerem atau kendaraan oleng.

 

Temuan tersebut menunjukkan bahwa distraksi saat berkendara bukan sekadar persoalan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan.

 

Indeks Kesadaran Lebih Tinggi daripada Perilaku

 

Tim VELOCE CUBE juga mengolah jawaban responden untuk membandingkan tingkat kesadaran dan perilaku berkendara. Hasilnya, indeks kesadaran mencapai 72 dari 100, sedangkan indeks perilaku hanya 43 dari 100.

 

Selisih tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara pengetahuan tentang risiko dan penerapannya dalam perilaku sehari-hari.

 

Abiyyu mengatakan, persoalan utama yang mereka temukan bukan semata-mata kurangnya pengetahuan mengenai bahaya penggunaan ponsel saat berkendara, melainkan belum konsistennya penerapan kesadaran tersebut.

 

“Temuan yang menjadi perhatian kami adalah mahasiswa sebenarnya sudah mengetahui risikonya, tetapi perilakunya belum berubah. Artinya, persoalannya bukan sekadar kurangnya pengetahuan, melainkan bagaimana kesadaran itu diterapkan saat berkendara,” kata Abiyyu.

 

Indeks tersebut merupakan hasil pengolahan jawaban responden, bukan pengukuran langsung terhadap angka kecelakaan lalu lintas. Meski demikian, hasil penelitian ini menjadi bahan refleksi mengenai pentingnya membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman.

 

Mahasiswa UMS Siapkan Edukasi Keselamatan Berkendara

 

Setelah meraih prestasi di tingkat kota, tim VELOCE CUBE berencana memperluas edukasi keselamatan berkendara melalui media sosial.

 

Mereka mengajak mahasiswa menerapkan tiga langkah sederhana untuk mengurangi distraksi saat berada di jalan. Pertama, mengatur navigasi sebelum memulai perjalanan. Kedua, mengaktifkan mode hening pada ponsel. Ketiga, menyimpan ponsel di dalam tas selama perjalanan.

 

Langkah-langkah tersebut diharapkan membantu pengendara menjaga konsentrasi dan tidak tergoda memeriksa perangkat saat kendaraan sedang melaju.

 

Keberhasilan tim VELOCE CUBE meraih Juara 1 Piala Wali Kota tidak terlepas dari pendampingan dosen pembimbing, Ir. Nurul Hidayati, S.T., M.Sc., Ph.D., yang memberikan arahan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

 

Prestasi ini menambah deretan capaian mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UMS. Lebih dari itu, penelitian tersebut diharapkan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan berlalu lintas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!