KOTAMOBAGU & BOLTIM – Melanjutkan rangkaian Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sulawesi Utara, Anggota MPR RI/DPD RI, Cherish Harriette, B.A(Hons)., M.B.A, kembali menggelar dialog hangat bersama masyarakat pada Jumat (12/12/2025). Pertemuan yang berlangsung penuh semangat persaudaraan ini diadakan untuk mendalami pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika zaman.
Seperti diketahui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah program Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk memperkuat pemahaman kebangsaan dengan mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Kegiatan ini diawali pada pagi hari di GOR Bulutangkis Desa Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, yang dihadiri oleh 150 peserta dari unsur tokoh masyarakat dan pemuda. Dialog kemudian berlanjut pada siang hari di Kediaman Keluarga Kaligis-Sugeha, Desa Moyag, Kota Kotamobagu Timur, yang juga disambut antusias oleh 150 warga setempat.
Dalam suasana yang akrab di Desa Mooat, Cherish mengapresiasi tingginya rasa solidaritas warga saat menghadapi musibah. Beliau menyebut bahwa sikap saling membantu antar-sesama adalah bukti nyata bahwa DNA gotong royong masih mengalir kuat dalam diri bangsa Indonesia. “Saat bencana hadir, sekat perbedaan runtuh. Rasa sakit saudara kita adalah rasa sakit kita juga. Kebersamaan inilah benteng terkuat yang menyelamatkan bangsa dari keputusasaan,” ungkap Cherish dengan penuh haru.
Selain itu, ia menekankan bahwa mengentaskan kemiskinan adalah cara terbaik untuk merawat nasionalisme, sejalan dengan amanat Pasal 34 UUD 1945. Beliau juga mengajak para pemuda untuk mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi agar menjadi tenaga produktif yang membawa kemajuan nasional.
Sementara itu, dalam pertemuan di Desa Moyag, fokus pembicaraan bergeser pada pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan politik. Cherish mengingatkan agar masyarakat menghindari politik identitas yang dapat memecah belah persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Beliau menegaskan bahwa keragaman suku dan agama seharusnya menjadi kekuatan yang mempersatukan.
Menariknya, Cherish juga membagikan pandangan modern mengenai cara mensosialisasikan nilai-nilai 4 Pilar MPR RI kepada generasi milenial. Beliau mendorong agar nilai-nilai luhur tidak hanya disampaikan melalui mimbar formal, tetapi juga melalui konten kreatif di media sosial. “Kita ingin menanamkan bahwa Pancasila itu keren. Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan sebuah lifestyle atau gaya hidup dalam keseharian kita,” tuturnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Terkait fungsi pertahanan dan keamanan, Cherish menekankan bahwa profesionalisme TNI dan Polri yang humanis adalah kunci stabilitas negara. Beliau berkomitmen untuk terus mendorong netralitas aparat agar masyarakat merasa aman dan terlindungi di bawah naungan hukum yang adil.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat semakin erat, serta nilai-nilai Pancasila dapat terus tumbuh subur dalam sanubari warga di Bolaang Mongondow Timur dan Kotamobagu.

