SOLO, MENARA62.COM — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Bengawan menggelar Rapat Kerja Pimpinan Cabang (Rakerpimcab), Sabtu (7/2/2026), di Griyadi Kusuma by Sahid. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Sinergitas Menuju Muhammadiyah Kota Bengawan Berdaya & Berkelanjutan” dan dihadiri sekitar 37 peserta.
Peserta yang hadir terdiri atas jajaran PCM Kota Bengawan, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kota Bengawan, serta Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Kota Bengawan. Rapat kerja ini menjadi forum konsolidasi program sekaligus penguatan kolaborasi lintas unsur persyarikatan di tingkat cabang.
Ketua PCM Kota Bengawan, Ghofar Ismail, menyampaikan bahwa Rakerpimcab menjadi momentum penting untuk memperkuat peran cabang yang telah lama berdiri tersebut agar semakin berdaya dan mampu menjadi penggerak bagi ranting-ranting Muhammadiyah.
“Cabang Kota Bengawan ini sudah cukup tua. Harapannya, cabang ini bisa lebih berdaya dan menjadi penggerak bagi cabang lain maupun ranting-ranting. Sesuai tema, kita ingin membangun sinergi agar Muhammadiyah Kota Bengawan semakin berkemajuan,” ujar Ghofar.
Ia menambahkan, pelaksanaan Rakerpimcab ini telah memasuki tahun ketiga dan diharapkan terus berlanjut pada periode-periode mendatang hingga menjelang muktamar. Meski dihadapkan pada keterbatasan sumber daya, baik tenaga maupun pendanaan, ia optimistis kerja sama antarmajelis dan jajaran harian dapat memperkuat jalannya program.
“Walaupun dengan segala keterbatasan, insyaallah dengan kerja sama yang baik antarmajelis dan pengurus harian, Muhammadiyah Kota Bengawan bisa lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Pemilihan lokasi rapat di hotel disebut sebagai upaya menghadirkan suasana yang nyaman dan kondusif agar peserta dapat lebih fokus serta melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan organisasi. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa digelar di lokasi berbeda guna menambah wawasan dan pengalaman peserta.
Melalui Rakerpimcab ini, PCM Kota Bengawan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas program, serta mendorong Muhammadiyah cabang setempat menjadi organisasi yang berdaya, progresif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat. (*)
