30 C
Jakarta

Ramadan Perkuat Profesionalisme dan Spiritualitas Guru PAI

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Bulan suci Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat profesionalisme dan spiritualitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal itu disampaikan Pengawas Guru PAI (GPAI) Sumiyati dalam kegiatan pembinaan ketakwaan Ramadan 1447 Hijriah di Korwil II Kecamatan Jebres, Surakarta, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan peningkatan kompetensi tersebut diikuti 77 guru PAI dari sekolah negeri dan swasta di Kecamatan Banjarsari. Dalam arahannya, Sumiyati menegaskan bahwa kualitas guru sangat ditentukan oleh kinerja yang optimal.

“Kinerja sama dengan kualitas,” ujarnya.

Ia mengajak para guru untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai dengan regulasi yang berlaku, yakni Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru serta Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.

Menurut Sumiyati, selain empat kompetensi dasar guru—pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial—guru PAI juga perlu memiliki dua kompetensi tambahan, yakni kompetensi spiritual dan kepemimpinan (leadership).

Kompetensi spiritual, jelasnya, mencakup enam subkompetensi, di antaranya kesadaran bahwa mengajar adalah ibadah, amanah, panggilan jiwa, bentuk pengabdian, aktualisasi diri, sekaligus seni dan profesi.

“Yakin bahwa mengajar adalah rahmat dan amanah, serta sadar bahwa mengajar merupakan pelayanan dan kehormatan,” paparnya.

Sementara itu, kompetensi kepemimpinan menuntut guru PAI bertanggung jawab penuh terhadap pembelajaran, mampu mengorganisasi lingkungan satuan pendidikan untuk mewujudkan budaya Islami, serta aktif berkolaborasi dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

Guru PAI juga diharapkan mampu mengembangkan potensi satuan pendidikan dan memberikan layanan konsultasi keagamaan maupun sosial.

Narasumber kedua, Kartono, menegaskan bahwa secara umum guru harus menguasai empat kompetensi utama. Kompetensi pedagogik berkaitan dengan metode mengajar, kompetensi profesional terkait penguasaan materi, kompetensi kepribadian menyangkut karakter, dan kompetensi sosial berhubungan dengan kemampuan komunikasi dengan peserta didik.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pakis) Kementerian Agama Kota Surakarta, Encep Moh Ilham, turut memberikan motivasi kepada para guru. Ia mengajak guru untuk selalu bersyukur dengan cara merenungi kehidupan melalui tiga tempat yang perlu dikunjungi, yakni makam untuk mengingat kematian, rumah sakit untuk menumbuhkan empati, dan lembaga pemasyarakatan sebagai refleksi diri.

“Guru profesional itu harus berkualitas. Minimal berpendidikan strata satu, kompeten, dan memiliki kinerja yang baik,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ketakwaan, tetapi juga penguatan profesionalisme guru PAI dalam membentuk generasi berkarakter Islami di Kota Surakarta. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!