30 C
Jakarta

Ramadhan Berdaya, Kuliah Subuh Bangkitkan Kepedulian

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM – Ratusan jamaah memadati saf Subuh di Masjid Desa Demangan, Sambi Ahad (22/2/2026), dalam Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya, Tidak Hanya Wacana.” Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spirit kepedulian sosial menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Hadir sebagai pemateri, Ustaz Pujiono, Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai gerakan nyata, bukan sekadar agenda tahunan.

Dalam ceramahnya, Pujiono menegaskan bahwa puasa harus melahirkan empati dan aksi sosial. “Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum membangun kepedulian. Jika setelah Ramadhan kita masih abai pada tetangga yang kesulitan, berarti ada yang belum selesai dengan puasa kita,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia mendorong masjid-masjid di Desa Demangan menjadi pusat pemberdayaan umat, mulai dari menggerakkan sedekah, memperkuat zakat, hingga membangun solidaritas sosial yang berkelanjutan.

Selain itu, Pujiono mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 56 yang melarang perbuatan kerusakan di muka bumi.

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. Rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. Mari kita mulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya,” tandasnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan komunikatif, dipandu moderator Abdul Fatah. Kuliah Subuh ini merupakan sinergi Takmir Masjid se-Desa Demangan dengan Koordinator Muh. Abdul Jalil dan Sekretaris Suyamto. Adapun narahubung kegiatan adalah Andri Nugroho.

Turut hadir Kaur Kesra Sarjono serta sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya H. Rosyidi, Slamet, dan Uswatun Hasanah. Kehadiran para tokoh desa menunjukkan dukungan terhadap gerakan Ramadhan yang membumi dan berdampak nyata.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Ramadhan 1447 H benar-benar menjadi bulan kebangkitan kepedulian sosial di Desa Demangan. Semangat Subuh itu menjadi penanda bahwa Ramadhan siap dihidupkan dengan aksi, bukan sekadar wacana. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!