BANDUNG, MENARA62.COM — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Angkatan Muda Satuan Karya Ulama Indonesia (AMSI) yang berlangsung di Bandung, 30 Oktober 2026, merekomendasikan Buya Dr. H. Ir. H. Mohamad Idris Laena, M.H. untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satuan Karya Ulama Indonesia (Satkar Ulama) periode 2027–2031.
Rekomendasi tersebut menjadi salah satu poin penting hasil pembahasan Rapimnas AMSI dalam bidang organisasi dan kelembagaan, khususnya terkait pengembangan kepemimpinan dan kesinambungan organisasi.
Pimpinan Sidang Rapimnas AMSI, Irawan Puspito, menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut merupakan bagian dari aspirasi kader AMSI dalam mendorong kesinambungan kepemimpinan Satkar Ulama Indonesia pada periode mendatang.
Menurutnya, Rapimnas juga memberikan perhatian terhadap penguatan posisi dan kemandirian AMSI sebagai organisasi kepemudaan di bawah naungan Satkar Ulama Indonesia.
“Rapimnas merekomendasikan agar Satkar Ulama Indonesia dalam Muktamar Tahun 2027 memberikan otonomi organisasi kepada AMSI. Otonomi ini mencakup pengelolaan organisasi secara internal, kaderisasi, penataan struktur kepengurusan, penyusunan program kerja, serta pelaksanaan kegiatan secara mandiri dan bertanggung jawab, dengan tetap menjaga hubungan organisatoris dengan Satkar Ulama Indonesia,” ujar Irawan.
Ia menambahkan, pengaturan mengenai ruang lingkup otonomi, mekanisme koordinasi, hubungan kepengurusan, dan tanggung jawab kelembagaan perlu dituangkan secara tegas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta ketentuan organisasi lainnya.
Selain rekomendasi kepemimpinan dan otonomi organisasi, Rapimnas AMSI juga menekankan pentingnya kaderisasi sebagai agenda strategis untuk menyiapkan generasi muda Islam yang berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mempunyai rekam jejak pengabdian kepada masyarakat.
AMSI juga mendorong penyiapan kader potensial agar dapat berpartisipasi dalam kontestasi politik, khususnya pemilihan legislatif Tahun 2029 dan/atau 2031 melalui Partai Golkar, dengan tetap mengikuti mekanisme pendidikan politik, penjaringan, dan pencalonan yang berlaku.
Dalam rekomendasinya, AMSI turut mendorong penguatan koordinasi antara AMSI, Satkar Ulama Indonesia, dan Partai Golkar guna memperluas ruang partisipasi politik generasi muda Islam serta mendukung regenerasi kepemimpinan nasional.
Untuk mewujudkan agenda tersebut, DPP AMSI bersama seluruh jajaran kepengurusan didorong menetapkan target perluasan keanggotaan, pembentukan struktur organisasi, pelaksanaan kaderisasi, dan penyiapan kader potensial secara bertahap di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya perlu disertai indikator terukur dan evaluasi berkala.
Irawan menegaskan bahwa seluruh rekomendasi Rapimnas tersebut diharapkan menjadi arah kebijakan organisasi dalam memperkuat konsolidasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta membangun kesinambungan kepemimpinan AMSI dan Satkar Ulama Indonesia.
Dengan demikian, hasil Rapimnas AMSI tidak hanya berbicara mengenai penguatan internal organisasi, tetapi juga menegaskan pentingnya regenerasi, kemandirian kelembagaan, dan perluasan kontribusi generasi muda Islam dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan.
