JAKARTA, MENARA62.COM–Ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah dinilai tidak hanya berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan, tetapi juga dapat berdampak terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk perekonomian Indonesia. Karena itu, Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Daerah Khusus Jakarta (KAUMY DK Jakarta) menyerukan pentingnya upaya perdamaian untuk meredakan konflik di kawasan tersebut.
Seruan tersebut disampaikan Ketua KAUMY DK Jakarta, Wahyu Sandya Yudha Pangestu, dalam kegiatan Iftar Bareng dan Santunan Anak Yatim yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Menurut Sandya, eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan yang berkaitan dengan Iran serta konflik berkepanjangan di Palestina, berpotensi menimbulkan dampak luas, baik dari sisi kemanusiaan maupun ekonomi global.
Ia menilai, instabilitas di kawasan tersebut dapat memengaruhi berbagai sektor strategis dunia, mulai dari perdagangan hingga energi, yang pada akhirnya dapat berdampak pada perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia.
“Perdamaian harus selalu menjadi pilihan utama. Upaya meredakan konflik melalui dialog dan pendekatan kemanusiaan menjadi langkah penting untuk mencegah penderitaan yang lebih besar bagi masyarakat sipil,” ujar Sandya.
Menurutnya, konflik bersenjata tidak hanya memengaruhi stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi memperluas krisis kemanusiaan yang harus menjadi perhatian masyarakat internasional.
Sandya menambahkan, seruan perdamaian tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini dikedepankan Muhammadiyah dalam merespons berbagai persoalan global.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan, hukum internasional, serta peran aktif masyarakat dunia dalam mendorong terciptanya perdamaian.
Doa Bersama untuk Palestina dan Iran
Terkait dengan hal itu, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama untuk perdamaian di wilayah-wilayah yang tengah dilanda konflik, khususnya Palestina dan Iran. Doa dipimpin oleh Ketua Majelis Tabligh PCM Tanah Abang I, Ustadz Ziyad Muhammad, Lc.
Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan.
“Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama serta meneguhkan komitmen dalam membela nilai-nilai kebenaran dan keadilan,” ujarnya.
Santunan untuk Anak Yatim
Acara yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri para alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.
Dalam kesempatan itu, KAUMY DK Jakarta juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang I. Santunan ini berasal dari para donatur yang kesemuanya merupakan alumni UMY.

Kegiatan yang mengusung tema “Berkah Ramadan: Eratkan Silaturahmi dan Kolaborasi Antar-Alumni” ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan di kalangan alumni sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Alumni Berbagi Pengalaman dan Harapan untuk KAUMY
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh alumni UMY yang kini berkarya di berbagai bidang. Mereka antara lain Sosiolog & Asociate Fellow di IKMAS Universiti Kebangsaan Malaysia Abdullah Sumarhadi, mantan anggota Bawaslu RI (2012–2017) Nasrullah, penulis buku sekaligus panitera Mahkamah Konstitusi Hani Adhani, Komisaris PT Jasamarga Tollroad Maintenance Nasaruddin, serta dokter spesialis ortopedi dan traumatologi Andi Nusawarta.
Dalam sesi berbagi pengalaman, para alumni tersebut memaparkan pandangan dan harapan mereka terhadap perkembangan organisasi alumni UMY ke depan.
Abdullah Sumarhadi, yang akrab disapa Abi, menyoroti pentingnya menjaga suasana organisasi yang kondusif agar KAUMY dapat berkembang lebih solid.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi, namun perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan.
“Mereka sudah bergerak maju, sementara kita masih mencari bentuk. Perbedaan pendapat tentu ada, tetapi perlu dikelola dengan baik agar tidak menghambat perkembangan organisasi,” ujarnya.
Abi juga menilai pentingnya pengembangan career mapping atau pemetaan karier bagi para mahasiswa dan alumni UMY. Menurutnya, lembaga yang mengelola hal tersebut secara profesional dapat membantu alumni merancang jalur karier secara lebih terarah.
Pentingnya Jejaring Alumni
Sementara itu, Nasrullah menekankan pentingnya memanfaatkan jejaring organisasi alumni sebagai sarana untuk saling mendukung dalam perjalanan karier. Ia juga menyinggung peran organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari jalur penguatan jaringan sosial.
“Jalur ekstra itu sangat berguna. Pakailah HMI atau PMII, IMM atau yang lain,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Hani Adhani, yang mendorong para alumni yang telah mapan dalam karier untuk membuka ruang bagi lulusan baru. Ia menilai solidaritas antaralumni menjadi kunci untuk membangun ekosistem yang saling mendukung.
“Saya kira kita semua perlu berkolaborasi dan saling membantu, karena teman-teman yunior itu kalau bukan kita yang membantu, siapa lagi?” ujarnya.
Senada dengan itu, dr. Andi Nusawarta, yang akrab disapa dr. Cua, menilai penguatan jejaring alumni merupakan salah satu faktor penting yang membuat banyak perguruan tinggi besar mampu menjaga ikatan alumninya.
“Tirulah UI atau UNDIP yang mereka menjaga alumninya. Kita perlu belajar dari mereka bagaimana alumni bisa saling mendukung dan memperkuat jejaring,” katanya.
Rencana Rumah Singgah dan Penguatan Database Alumni
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua KAUMY DK Jakarta Sandya menyampaikan, pihaknya tengah merancang sejumlah inisiatif untuk memperkuat peran organisasi alumni.
Salah satunya adalah rencana pembangunan rumah singgah bagi lulusan UMY dari daerah yang datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan atau melanjutkan studi. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu para alumni yang baru memulai perjalanan karier di ibu kota.
Selain itu, KAUMY DK Jakarta juga tengah mengembangkan database alumni sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan dan kolaborasi antaranggota.
“Selain itu, saya juga sedang mencoba mengkristalkan kolaborasi dan sinergi, salah satunya terkait pengembangan database alumni,” kata Sandya.
Saat ini, KAUMY DK Jakarta juga telah memiliki website resmi yang salah satu tujuannya adalah memperkuat jejaring alumni UMY.
Harapan Kolaborasi Alumni di Berbagai Daerah
Komisaris PT Jasamarga Tollroad Maintenance, Nasaruddin, juga berharap komunikasi dan kolaborasi antaralumni UMY dapat semakin diperkuat, tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga di berbagai daerah.
Menurutnya, banyak alumni UMY yang telah berkiprah dan sukses di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Banyak alumni kita juga sukses di tingkat kabupaten dan provinsi. Ke depan diharapkan jejaring ini bisa semakin kuat hingga tingkat nasional,” katanya.
Melalui kegiatan ini, KAUMY DK Jakarta berharap semangat kebersamaan dan kolaborasi antaralumni terus berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. (rilis)

