28.5 C
Jakarta

Ribuan Jamaah Ikuti Manasik Haji Muhammadiyah

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM– Sebanyak 2.380 calon jamaah haji dari KBIHU Muhammadiyah–‘Aisyiyah se-Jawa Tengah mengikuti kegiatan manasik haji bersama yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembekalan jamaah agar siap secara fisik, mental, dan spiritual sebelum menunaikan ibadah haji.

Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PWM Jawa Tengah, Drs. H. Saidun, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya manasik haji tahun ini. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang tetap mengikuti seluruh rangkaian praktik meskipun kegiatan berlangsung di tengah hujan.

“Alhamdulillah, walaupun diguyur hujan, peserta tetap mengikuti seluruh prosesi dengan baik. Melalui praktik manasik ini, kami ingin memberikan gambaran yang lebih dekat dan realistis tentang situasi yang akan dihadapi jamaah saat menunaikan ibadah haji nanti,” ujarnya.

Menurut Saidun, manasik tidak hanya menekankan aspek ritual ibadah, tetapi juga pembelajaran menghadapi dinamika di Tanah Suci, seperti interaksi dengan banyak orang, persoalan transportasi, penginapan, hingga manajemen waktu. Selain itu, jamaah juga mendapatkan arahan penting terkait kesiapan dan kesehatan.

“Yang paling penting adalah menjaga kesehatan fisik, kesehatan ibadah, dan kesehatan niat. Kami berharap jamaah terus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat menunaikan ibadah haji dengan optimal,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, panitia memastikan seluruh peserta tetap terlayani dengan baik, baik dari sisi akomodasi maupun layanan pendukung lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah yang membidangi LPHU dan MPKS, Dr. H. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, menegaskan bahwa manasik haji bersama ini merupakan agenda rutin yang bertujuan membangun kemandirian jamaah.

“Harapannya, jamaah memiliki kepercayaan diri dan tidak bergantung pada pihak lain saat berada di Tanah Suci. Terlebih dengan kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi yang semakin menekankan aspek istithaah atau kemampuan, khususnya kesehatan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kesehatan menjadi ukuran mutlak dalam pelaksanaan ibadah haji. Jamaah pun terus dimotivasi untuk menjaga kebugaran agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan penuh kegembiraan.

“Kalau sehat, ibadahnya tenang dan senang. Itu yang terus kita dorong,” tuturnya.

Terkait evaluasi, Ahmad Hasan menyampaikan bahwa pelaksanaan manasik bersama ini akan ditindaklanjuti dengan penilaian menyeluruh, baik dari sisi praktik ibadah, administrasi, maupun manajemen pelaksanaan. Hal tersebut penting agar kekurangan yang ada dapat diperbaiki pada pelaksanaan berikutnya.

“Harapannya, jamaah yang sudah menunggu lama bisa melaksanakan haji sesuai tuntunan syariat. Kita optimistis jamaah Indonesia, khususnya Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, adalah jamaah yang tertib dan siap,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, PWM Jawa Tengah berharap seluruh jamaah haji KBIHU Muhammadiyah–‘Aisyiyah dapat berangkat dan kembali ke Tanah Air dengan selamat serta meraih predikat haji yang mabrur. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!