SOLO, MENARA62.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Surakarta. Penghargaan tersebut diberikan dalam Pertemuan Penguatan Komitmen Mutu Layanan dan Kerja Sama FKRTL Tahun 2026 yang digelar di Hotel Zigna Kampung Batik Laweyan, Selasa (10/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, RS PKU Muhammadiyah Surakarta dinobatkan sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dengan jumlah antrean Aplikasi Mobile JKN terbanyak Tahun 2025, serta FKRTL dengan persentase pemanfaatan antrean dari semua sumber tertinggi Tahun 2025.
Penghargaan diterima langsung oleh Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, dan diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam mendorong transformasi mutu layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Fokus utamanya adalah peningkatan kepuasan peserta melalui kemudahan akses layanan, percepatan antrean, serta kesetaraan pelayanan di FKRTL. Selain itu, agenda ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi rumah sakit yang dinilai konsisten menjalankan komitmen terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tahun 2025.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim dalam menghadirkan layanan yang lebih tertib, transparan, dan mudah diakses melalui digitalisasi antrean, khususnya pemanfaatan Mobile JKN. Kami berkomitmen untuk terus mendukung transformasi layanan JKN demi kenyamanan dan kepuasan peserta,” ujarnya.
Menurutnya, optimalisasi antrean digital menjadi salah satu strategi rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, mengurangi waktu tunggu pasien, serta memastikan layanan yang adil dan berkualitas bagi seluruh peserta JKN.
Dengan raihan dua penghargaan ini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta semakin meneguhkan posisinya sebagai FKRTL yang adaptif terhadap transformasi digital serta berorientasi pada peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. (*)
