30 C
Jakarta

Rumah Sakinah Luncurkan Tiga Program Pemberdayaan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Rumah Sakinah Muhammadiyah terus memperkuat perannya sebagai pusat pemberdayaan perempuan dengan meluncurkan tiga program baru di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Peluncuran ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah warga binaan yang kini mencapai 85 orang, dengan 40 di antaranya mengikuti Pondok Ramadan tahun ini.

Tiga program tersebut meliputi Koperasi Rumah Sakinah Matahari yang diketuai Oktaviani Takbi, PKBM Rumah Sakinah Mentari yang dipimpin Febri Amirullah, M.Pd., serta Lembaga Kursus dan Pelatihan Rumah Sakinah Bersinar di bawah kepemimpinan Anasrullah, S.T.

Peluncuran program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan keterampilan bagi para warga binaan. Dengan demikian, Rumah Sakinah Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai tempat perlindungan sosial, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mariman Darto, secara resmi meluncurkan ketiga program tersebut. Ia berharap unit usaha yang dibentuk mampu menopang misi besar Rumah Sakinah dalam memberdayakan perempuan.

“Dengan ucapan bismillah, unit usaha Rumah Sakinah ini bisa berdiri dan tumbuh dengan baik untuk menopang misi besar pemberdayaan perempuan agar lebih maju,” ujar Mariman.

Sementara itu, Sekretaris Rumah Sakinah, Misran Lubis, S.Ag., menyampaikan bahwa program-program ini diharapkan mampu memperkuat aspek pendidikan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi para perempuan binaan.

Ketua Rumah Sakinah, M. Arif An, S.H., M.H., menambahkan bahwa kegiatan Pondok Ramadan tidak hanya menjadi momen peluncuran program, tetapi juga sarana penguatan spiritual dan akidah bagi warga binaan yang rentan terhadap berbagai persoalan sosial.

Menurutnya, Rumah Sakinah merupakan lembaga kesejahteraan sosial (LKS) yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan menjadi proyek percontohan yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah.

“Melihat angka kekerasan dalam rumah tangga dan tindak pidana perdagangan orang yang cenderung meningkat, kehadiran Rumah Sakinah sangat dibutuhkan sebagai solusi nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan Pondok Ramadan Rumah Sakinah resmi ditutup oleh M. Arif An dengan pesan penuh optimisme agar seluruh program yang telah diluncurkan mampu melahirkan keluarga yang kuat, mandiri, dan sakinah.

Melalui berbagai program tersebut, Rumah Sakinah Muhammadiyah berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan, berdaya, dan saling menguatkan sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah.

(Misran Lubis)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!