JAKARTA, MENARA62.COM – Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, Rumah Sakinah Muhammadiyah kembali menghadirkan program konkret bagi masyarakat rentan. Lembaga amal usaha sosial yang didirikan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menyalurkan pinjaman modal usaha kepada para binaan agar tidak terjerat pinjaman online (pinjol) maupun praktik bank titil.
Sebanyak 28 binaan menerima bantuan pinjaman modal usaha yang akan digunakan untuk berjualan selama bulan Ramadhan. Sebagian penerima merupakan pelaku usaha yang telah berjalan, sementara lainnya baru akan memulai usaha kecil.
Kepala Pengelola Rumah Sakinah Muhammadiyah, Ning Purbowati—akrab disapa Bu Titik—menyampaikan bahwa program ini menjadi respons atas kondisi ekonomi yang masih berat, terutama bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tindak pidana perdagangan orang (TPPO), mantan pekerja seks komersial, serta warga miskin yang berhadapan dengan masalah hukum.
“Dalam kondisi ekonomi yang berat ini, binaan kami yang sudah kami tempa untuk berusaha akan kami dorong berjualan selama Ramadhan. Yang sudah berjalan kami dukung agar lebih maju, sedangkan yang baru memulai akan kami dampingi. Banyak tawaran pinjaman berbunga tinggi dan akses bank yang mensyaratkan agunan membuat mereka kesulitan,” ujarnya saat asesmen binaan, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, tawaran pinjaman online dan bank titil memang mudah dan cepat cair, namun bunga yang tinggi kerap menjerat masyarakat kecil dalam lingkaran utang berkepanjangan. Sementara itu, akses pembiayaan formal seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai belum sepenuhnya menjangkau pelaku usaha mikro dengan kebutuhan modal kecil.
Wakil Sekretaris Pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah, Anasrullah, menjelaskan bahwa sebagian besar binaan hanya membutuhkan modal maksimal Rp5 juta untuk memulai usaha mandiri. Namun, persyaratan administrasi perbankan sering kali menjadi hambatan.
“Alhamdulillah, tahun lalu ada bantuan modal usaha dari Kementerian Sosial dan Baznas. Tahun ini kami kembali mengupayakan dukungan dari para donatur dan lembaga bantuan lainnya agar program ini berkelanjutan,” katanya.
Pinjaman modal usaha yang disalurkan kali ini bervariasi antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per orang. Dana tersebut diharapkan mampu membantu penerima meningkatkan pendapatan keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama bulan suci.
Melalui program ini, Rumah Sakinah Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan sekaligus mencegah jeratan pinjaman berbunga tinggi. Sinergi dengan donatur dan lembaga sosial diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak warga terbantu dan mandiri secara ekonomi. (*)

