30 C
Jakarta

Salmah Orbayinah: Anak Panti Harus Jadi Perempuan Hebat

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan pentingnya membangun karakter anak panti berbasis nilai ketakwaan, ilmu, dan akhlak mulia. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan ke Panti Asuhan Yatim Puteri Aisyiyah II Kadipiro, Sabtu (28/3/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat tersebut, Salmah didampingi Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Surakarta, Mahasri Shobahiya, serta disambut pengurus dan anak-anak panti.

Dalam sambutannya, Salmah menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana membentuk pribadi bertakwa. “Tujuan utama puasa adalah mencapai derajat takwa, yakni patuh sepenuhnya kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai Ramadan seperti disiplin, kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak berhenti setelah bulan suci berakhir. Ia juga mengajak anak-anak panti untuk membiasakan ibadah lanjutan, seperti puasa sunah Senin-Kamis.

Salmah menjelaskan, puasa juga mengajarkan empati dan kepedulian sosial. Tradisi berbagi, termasuk memberi makan orang berbuka, dinilai sebagai bagian dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini.

“Puasa melatih kejujuran, karena hanya Allah yang tahu apakah kita benar-benar berpuasa. Ini adalah fondasi penting dalam membangun integritas,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Salmah turut mengapresiasi lingkungan panti yang dinilai bersih, rapi, dan tertata. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bagian dari dakwah nyata yang tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui keteladanan.

“Lingkungan yang bersih dan tertib adalah cerminan nilai Islam. Ini menjadi ruang yang baik untuk membentuk kecerdasan, akhlak, dan keterampilan anak-anak,” ungkapnya.

Lebih jauh, Salmah memberikan motivasi kepada anak-anak panti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih masa depan gemilang. Ia mencontohkan kisah Nabi Muhammad SAW yang tumbuh sebagai anak yatim, namun mampu menjadi pemimpin besar dunia.

“Anak-anak semua adalah cahaya masa depan. Kalian dipilih Allah untuk menjadi perempuan hebat yang kelak memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pesannya.

Ia juga menyampaikan tiga kunci utama untuk meraih masa depan gemilang, yakni memperkuat iman dengan menjaga salat, semangat menuntut ilmu setinggi mungkin, serta menjaga akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ditutup dengan doa dan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Salmah berharap seluruh amal ibadah Ramadan diterima Allah SWT serta menjadi bekal dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan dakwah sosial ‘Aisyiyah dalam membina generasi muda, khususnya anak-anak panti, agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!