29.9 C
Jakarta

SBMPTMU Perkuat Seleksi Kedokteran Satu Tahap

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah rapat koordinasi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah (SBMPTMU) tahun 2026/2027 yang digelar Selasa (6/1) di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah. Rapat ini membahas penguatan SBMPTMU sebagai platform utama penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA), khususnya untuk Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi.

 

Wakil Majelis Diktilitbang Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa inisiasi SBMPTMU berawal dari usulan PTMA yang kemudian diformulasikan dan dieksekusi oleh Majelis Diktilitbang Muhammadiyah. Program ini memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkuat ukhuwah dan kebersamaan antar-PTMA, meningkatkan kualitas input mahasiswa, serta memperluas akses pendidikan tinggi PTMA.

 

“Tujuan kedua adalah meningkatkan kualitas input mahasiswa PTMA. Tujuan ketiga adalah meningkatkan akses pendidikan tinggi PTMA. Dengan adanya SBMPTMU, masyarakat bisa mengenal seluruh PTMA yang jumlahnya kini 164,” terang Mohammad Adam Jerusalem.

 

Ia menambahkan, jumlah pendaftar SBMPTMU sempat mencapai 1.200 orang, namun mengalami penurunan pada tahun-tahun berikutnya. Oleh karena itu, forum koordinasi ini menjadi ruang untuk merumuskan inovasi baru, salah satunya dengan menjadikan Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) sebagai daya tarik utama.

 

“Inovasi lain adalah pembatasan pilihan PTMA besar agar terjadi pelebaran ke PTMA menengah dan kecil sebagai bentuk ta’awun melalui program. Inovasi terbaru sejak 2025 adalah jalur SBMPTMU mahasiswa asing. Ini untuk menyalurkan pendaftar mahasiswa asing yang jumlahnya ribuan di PTMA besar agar juga dapat diterima di PTMA lain,” terang Mohammad Adam.

 

Menurutnya, hingga rapat yang digelar tiga minggu sebelumnya, telah tercatat sekitar 30 pendaftar mahasiswa asing melalui jalur SBMPTMU. Hal tersebut menjadi dasar pentingnya pertemuan kali ini untuk memikirkan pengembangan SBMPTMU ke depan.

 

Sementara itu, Wakil Rektor II UMS Prof. Dr. Muhammad Da’i, S.Si., M.Si., Apt., yang mewakili Rektor UMS, menyampaikan bahwa SBMPTMU telah berjalan selama sembilan tahun, namun pertumbuhan jumlah pendaftarnya masih tergolong lambat.

 

“Sehingga diharapkan pada pertemuan pagi hari ini Bapak dan Ibu bisa menghasilkan rumusan-rumusan untuk memperkuat SBMPTMU ini, sekaligus juga memperkuat PTMA masing-masing. Kita sangat berharap bahwa dengan kuatnya kolektivitas Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah dalam penerimaan mahasiswa baru, itu justru akan memperkuat institusi masing-masing,” ujar Muhammad Da’i.

 

Dalam kesempatan tersebut, Panitia SBMPTMU Dr. Siti Dyah Handayani, M.M. menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini telah menghasilkan keputusan penting, yakni menjadikan SBMPTMU sebagai platform utama penerimaan mahasiswa baru PTMA. Fokus pada Prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi dilakukan untuk menyederhanakan proses seleksi yang sebelumnya terdiri dari dua tahap menjadi satu tahap saja.

 

“Sehingga tadi ada kesepakatan bahwa melalui SBMPTMU, mereka mendaftar di SBMPTMU saja, itu kemudian di akhirnya sudah dinyatakan bisa diterima atau tidak di Kedokteran dan Kedokteran Gigi. Jadi tidak perlu lagi setelah mereka lolos di SBMPTMU harus tes lagi yang berikutnya,” terang Siti Dyah.

 

Ia menjelaskan bahwa apabila nilai rapor dan persyaratan lain telah terpenuhi, calon mahasiswa dapat langsung dinyatakan diterima oleh tim SBMPTMU dan menghubungi perguruan tinggi tujuan.

 

“Jadi sudah ada tes MMPI dan seterusnya itu sudah di awal, yaitu di saat mereka mendaftar. Jadi mereka sudah dinyatakan lolos di perguruan tinggi tertentu dan tidak perlu lagi tes berikutnya di perguruan tinggi masing-masing,” tekan Dyah.

 

Siti Dyah juga menyebutkan bahwa pendaftaran mahasiswa melalui jalur SBMPTMU telah dibuka sejak 1 Januari 2026 dan dilaksanakan dalam tiga gelombang. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor tanpa ujian tertulis maupun berbasis komputer. Sekitar 130 PTMA turut berpartisipasi dalam jalur ini, termasuk 23 kampus yang memiliki Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!