SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo resmi ditetapkan sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Jumat (27/3/2026). Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan transformasi pendidikan berbasis teknologi di Kota Surakarta.
Sekolah yang beralamat di Jalan Kartini Nomor 1, Barat Pura Mangkunegaran ini dinilai siap mengembangkan sistem pembelajaran adaptif yang selaras dengan kebutuhan era digital. Status tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 010 Tahun 2026 tertanggal 12 Maret 2026.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi kabar menggembirakan bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat Muhammadiyah di Solo. Ia menegaskan, capaian tersebut memperkuat komitmen sekolah yang telah berdiri sejak 1935 dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan berkemajuan.
“Alhamdulillah, ini menjadi langkah besar bagi kami untuk terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya saat kegiatan supervisi pembinaan dinas.
Sebagai sekolah model, SD Muhammadiyah 1 Solo memiliki sejumlah tanggung jawab strategis. Di antaranya membentuk tim kerja untuk mengawal implementasi program, mengintegrasikan PM dan KKA dalam kurikulum, serta menerapkan pembelajaran berbasis teknologi secara menyeluruh.
Selain itu, sekolah juga dituntut menghadirkan lingkungan belajar yang kontekstual, aman, inklusif, dan berbasis pengalaman. Penguatan kapasitas guru melalui kelompok belajar internal, kemitraan dengan orang tua dan masyarakat, serta pelaksanaan asesmen berbasis PM dan KKA juga menjadi bagian penting dari program ini.
Tak hanya fokus pada implementasi, sekolah model juga diwajibkan mendokumentasikan praktik baik, menyusun laporan berkala, hingga aktif dalam kolaborasi dan evaluasi bersama kelompok kerja pendidik di wilayahnya.
Penetapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan yang inovatif dan adaptif di era digital. Di Surakarta, selain SD Muhammadiyah 1 Solo, terdapat beberapa sekolah lain yang juga ditunjuk sebagai sekolah model, di antaranya SD Muhammadiyah 2 Kauman, SD Muhammadiyah Program Khusus Kotta Barat, SD Kristen Manahan, SD Islam Terpadu Nur Hidayah, serta SD Negeri Nayu Barat 1.
Dengan status baru ini, SD Muhammadiyah 1 Solo diharapkan mampu menjadi rujukan dalam penerapan pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial sekaligus mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. (*)
