SOLO, MENARA62.COM – Sekolah unggulan dinilai menjadi kunci utama dalam mencetak generasi berkemajuan yang siap menghadapi tantangan global. Hal ini ditegaskan Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, dalam dialog interaktif Dinamika Pendidikan di Radio Mentari FM, Rabu (8/4/2026).
Dalam dialog yang juga dihadiri Humas Dwi Jatmiko, Sri Sayekti menekankan pentingnya seluruh warga sekolah memahami dan mengimplementasikan visi serta misi lembaga pendidikan.
Ia menjelaskan, sekolah yang berdiri sejak 1935 tersebut memiliki visi menjadi lembaga pendidikan unggul dan kompetitif dengan sumber daya insani yang bertakwa, berakhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
“Peserta didik juga harus sehat jasmani dan rohani, berwawasan global, serta peduli lingkungan melalui penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berkemajuan,” ujarnya.
Menurutnya, konsep sekolah unggulan harus adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dengan membaca berbagai fenomena pendidikan dan kebutuhan masa depan. Salah satu implementasinya adalah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning).
Pendekatan ini mendorong siswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Sekolah yang berlokasi di kawasan Ketelan, Solo, ini juga membentuk tim kerja khusus guna mengawal program strategis tersebut.
“Pembelajaran mendalam kami integrasikan dengan teknologi digital, termasuk pengembangan proyek inovatif yang melibatkan siswa secara aktif,” jelasnya.
Tak hanya itu, sekolah juga menciptakan ekosistem belajar yang aman, kontekstual, dan menyenangkan. Para guru difasilitasi melalui kelompok belajar khusus untuk meningkatkan kompetensi, terutama dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial (AI).
Program unggulan lainnya adalah kegiatan Project Management Office (PMO) sekolah model yang digelar setiap Jumat, serta workshop pembelajaran mendalam, koding, dan AI setiap Sabtu.
“Ini menjadi fondasi penting dalam transformasi pendidikan dan penguatan ekosistem pembelajaran masa depan,” tambah Sri Sayekti.
Untuk menjaga kualitas sebagai sekolah unggulan, pihaknya juga aktif berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta.
Kolaborasi tersebut mencakup integrasi kurikulum, yakni penggabungan Kurikulum Merdeka dengan kurikulum ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), serta penerapan kurikulum internasional seperti Cambridge untuk mata pelajaran tertentu.
Selain itu, sistem pembelajaran bilingual juga diterapkan dengan penggunaan bahasa Indonesia dan Inggris atau Arab sebagai bahasa pengantar.
“Langkah ini kami lakukan untuk mempersiapkan siswa menghadapi komunikasi global sekaligus menjadi kader berkemajuan,” pungkasnya. (*)

