30 C
Jakarta

Segar Namun Perlu Waspada: Amankah Minum Es Saat Berbuka Puasa?

Baca Juga:

Momen berbuka puasa sering kali identik dengan sajian yang dingin dan manis guna melepaskan dahaga setelah belasan jam menahan haus. Sensasi dingin dari segelas es buah atau teh es memang terasa sangat menyegarkan dan seolah mampu mengembalikan energi seketika. Namun, di balik kesegaran tersebut, muncul pertanyaan mengenai dampaknya bagi kesehatan tubuh, terutama saat perut dalam keadaan kosong selama seharian penuh.

Secara medis, mengonsumsi minuman es saat baru saja membatalkan puasa sebenarnya diperbolehkan, namun perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Masalah utama sebenarnya bukan pada suhunya semata, melainkan reaksi tubuh yang sedang beradaptasi dari kondisi istirahat total menjadi aktif mencerna kembali. Suhu dingin yang ekstrem dapat memicu kontraksi mendadak pada saluran pencernaan yang sensitif setelah kosong dalam waktu lama.

Salah satu efek yang sering dirasakan adalah perut kaget atau kram perut. Ketika air es masuk ke lambung, pembuluh darah di sekitar sistem pencernaan akan menyempit atau mengalami vasokonstriksi. Hal ini dapat menghambat aliran darah yang seharusnya dibutuhkan untuk proses pencernaan awal. Akibatnya, perut mungkin terasa begah, kembung, atau bahkan muncul rasa nyeri yang tidak nyaman sesaat setelah minum air dingin.

Selain masalah pencernaan, minum es saat berbuka juga bisa memicu sensasi pusing atau sakit kepala ringan yang dikenal dengan istilah brain freeze. Perubahan suhu yang drastis di area tenggorokan dapat memengaruhi saraf-saraf yang terhubung ke dasar otak. Meskipun sifatnya sementara, rasa nyeri ini tentu dapat mengganggu kenyamanan Anda dalam melanjutkan ibadah salat Magrib atau saat mulai menyantap hidangan utama.

Para ahli kesehatan lebih menyarankan untuk mengawali buka puasa dengan air putih bersuhu ruang atau air hangat. Air hangat membantu merilekskan otot-otot lambung dan mempersiapkan sistem pencernaan untuk menerima makanan padat nantinya. Setelah perut terasa lebih stabil dan sudah terisi sedikit makanan ringan seperti kurma, barulah Anda boleh mengonsumsi minuman dingin dalam jumlah yang wajar.

Penting juga untuk memperhatikan kandungan dalam minuman es tersebut. Seringkali minuman buka puasa mengandung kadar gula yang sangat tinggi, seperti sirop atau kental manis. Kombinasi suhu dingin dan lonjakan gula yang tiba-tiba dapat menyebabkan kadar gula darah naik dengan sangat cepat, yang kemudian diikuti dengan penurunan energi secara drastis atau rasa kantuk yang berat setelah makan.

Bagi Anda yang memiliki riwayat gangguan lambung atau gigi sensitif, sebaiknya hindari es batu secara langsung saat berbuka. Es yang terlalu dingin dapat memperparah rasa ngilu pada gigi dan memicu produksi asam lambung berlebih pada penderita mag. Menunggu suhu minuman menjadi sejuk (Cool) alih-alih sangat dingin (Ice cold) adalah pilihan yang jauh lebih bijak untuk menjaga keseimbangan suhu internal tubuh.

Sebagai tips praktis, cobalah untuk minum air hangat terlebih dahulu saat azan berkumandang, lalu konsumsi tiga butir kurma untuk menstabilkan gula darah. Jika Anda tetap menginginkan minuman dingin, minumlah secara perlahan dan jangan langsung dalam jumlah banyak atau tergesa-gesa. Dengan cara ini, tubuh memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan diri tanpa harus mengalami syok termal.

Kesimpulannya, minum es saat berbuka puasa tidak dilarang secara mutlak asalkan tidak menjadi menu utama yang masuk pertama kali ke perut. Kunci utamanya terletak pada moderasi dan urutan konsumsi yang tepat agar sistem pencernaan tetap terjaga fungsinya. Dengan menjaga pola minum yang sehat, ibadah puasa Anda akan terasa lebih nyaman dan tubuh tetap bugar hingga waktu sahur tiba.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!