JAKARTA, MENARA62.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan mulai dilaksanakan pada Januari 2025. Program ini bertujuan memberikan makan siang bergizi secara gratis kepada anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan ibu menyusui guna menurunkan angka stunting.
Selain itu, program MBG diharapkan mampu mendorong perekonomian lokal dengan tujuan utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mencegah stunting dan gizi buruk, meningkatkan konsentrasi belajar anak di sekolah, serta memperkuat kesehatan ibu dan anak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam acara silaturahmi bersama pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Aula Buya Hamka, Jakarta, Senin (26 Januari 2026).
Ia menjelaskan bahwa sasaran program MBG meliputi peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK/Pesantren, anak balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, yang memandu dialog, mengingatkan bahwa pelaksanaan program MBG harus memenuhi tiga standar sertifikasi utama. Pertama, Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan. Kedua, sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) yang berkaitan dengan standar gizi dan manajemen risiko pangan. Ketiga, sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang diawali dengan pemeriksaan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan ditetapkan melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Amirsyah juga mengajak agar BGN memiliki keberpihakan kepada UMKM, petani, nelayan, dan peternak lokal sebagai penyedia bahan pangan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru melalui pengelolaan dapur umum. Namun, ia menyoroti fakta di sejumlah daerah bahwa pengadaan beras, sayur-mayur, dan daging masih banyak dikuasai oleh pemilik modal besar.
Oleh karena itu, Amirsyah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengawasan bersama terhadap rantai pasok pangan, agar ekosistem ekonomi yang terbangun benar-benar berpihak kepada rakyat, pungkasnya.
