SOLO, MENARA62.COM – SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar seminar parenting dan Halal Bihalal pada Sabtu (11/4/2026) di ballroom Harris Hotel Solo. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 orang tua siswa kelas 7, 8, dan 9 sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi pendidikan antara sekolah dan keluarga.
Kepala sekolah, Muhdiyatmoko, mengapresiasi tingginya antusiasme para wali murid. Menurutnya, kehadiran ratusan orang tua menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.
“Alhamdulillah kegiatan Halal Bihalal dan seminar parenting ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menguatkan sinergi demi meraih prestasi. Sebanyak 400 orang tua hadir dengan penuh semangat,” ujarnya.
Acara diawali dengan pengucapan ikrar Halal Bihalal antara pihak sekolah dan orang tua sebagai simbol saling memaafkan sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar parenting yang menghadirkan narasumber Dr. Shinta, seorang psikolog yang dikenal luas dengan sapaan Bunda Cinta.
Dalam pemaparannya, Dr. Shinta mengajak para orang tua untuk terus belajar menjadi pribadi terbaik dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ia menekankan bahwa menjadi orang tua hebat adalah sebuah pilihan yang membutuhkan komitmen.
“Jika ingin memiliki anak yang baik, maka orang tuanya juga harus berproses menjadi baik. Anak saleh dan salehah lahir dari orang tua yang terus belajar,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memahami keunikan setiap anak. Mengacu pada teori perbedaan individu dalam psikologi, setiap anak memiliki karakter, cara belajar, dan impian yang berbeda sehingga tidak bisa disamaratakan.
“Anak tidak bisa memilih dilahirkan dari orang tua seperti apa, tetapi orang tua bisa memilih menjadi seperti apa. Orang tua luar biasa adalah yang mau memahami karakter anaknya,” tambahnya.
Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan pembagian rapor Penilaian Tengah Semester (PTS) genap. Momen ini sekaligus menjadi sarana komunikasi langsung antara sekolah dan orang tua terkait perkembangan belajar siswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara sekolah dan keluarga. Sinergi yang kuat diyakini menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)
