PEKALONGAN, MENARA62.COM – Sebagai bentuk kepatuhan berkoperasi sekaligus pertanggung jawaban kepada para anggota, hari ini Sabtu (14/02/2025) empat Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) di Jawa Tengah (Jateng) yaitu Pekalongan, Temanggung, Brebes dan Magelang. Serentak menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025. Dengan adanya RAT yang diselenggarakan hari ini–empat BTM di Jateng itu berharap di tahun 2026 mampu meningkatkan kinerja bisnis dan keuntungan kepada para anggota.
Ketua Pengurus BTM Pekalongan; Drs. H. Achmad Su’ud, M.Si dalam kata sambutanya di acara RAT mengatakan, dalam pengelolaan BTM kini diatur dalam Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nomor 206/KEP/I.0/B/2025. Maka secara kelembagaan, BTM berada dalam koordinasi pembinaan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP – UMKM) di tingkat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Terkait kinerja BTM Pekalongan, ketua pengurus memaparkan, asset BTM Pekalongan ketika di awal merger tahun 2016 sebesar Rp 172.307.887.862, pada akhir tahun buku 2025 telah melejit menjadi Rp 393.900.991.803. Sementara modal BTM Pekalongan pada awal merger tahun 2016 sebesar Rp 11.840.842.257, dan pada akhir tahun buku 2025 telah melonjak menjadi sebesar Rp 26.114.960.721. Sedangkan dana simpanan anggota yang berhasil dihimpun pada awal merger tahun 2016 sebesar Rp 145.315.203.642, dan pada akhir tahun buku 2025 naik menjadi Rp 361.371.131.736.
“Jumlah pembiayaan yang disalurkan pada awal merger tahun 2016 sebesar Rp 104.453.416.924, dan pada akhir tahun buku 2025 berkembang menjadi sebesar Rp 176.249.197.822,”terangnya.
Konsen Ketahanan Pangan
Secara terpisah dalam RAT yang diselenggarakan oleh BTM Temanggung menginformasikan, bahwa sejak didirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) BTM Temanggung memiliki portofolio pembiayaan 40 % kepada para petani di Temanggung. Hal ini tidak lepas dari kearifan lokal dan geografis dari Temanggung sebagian besar adalah pertanian. Peluang bisnis ini yang dimanfaatkan oleh BTM Temanggung.
Di RAT Tahun Buku 2025, Manager BTM Temanggung; Kiki Rahardini mengungkapkan, bahwa total aset tahun 2025 sebesar Rp 42,5 miliar, Jika dibandingkan YOY 2024 – 2025 ada kenaikan 17,69%. Total dana pihak ketiga tahun 2025 sebesar Rp 37,3 miliar, total ekuitas sebesar Rp. 4,765 miliar dan sisa hasil usaha (SHU) sebelum pajak sebesar Rp. 1,291 miliar.
Meski memiliki kinerja baik, namun BTM Temanggung tatap mengedepankan tingkat kesehatan dan prudent dalam mengelola BTM. Apalagi melihat kondisi saat ini yang dirasakan cukup berat. Beberapa indikator keuangan utama yaitu aset, dana pihak ketiga dan sisa hasil usaha masih tumbuh positif sedangkan pembiayaan turun cukup signifikan di tahun 2025.
“Kami tetap optimis untuk 2026 kinerja dari BTM Temanggung akan lebih baik dengan tata kelola, kepatuhan dan manajemen yang teratur,”ujar Kiki.
Program MBG
Selain ketahanan pangan yang dilakukan oleh BTM Temanggung, empat BTM Jateng juga menjalankan pembiayaan dalam pendirian dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Manager BTM Brebes; M. Rizqi Wahid Ibnu Hamam di laporan RAT BTM Brebes, mengatakan, pembiayaan BTM Brebes di tahun 2025 di program MBG tidak lepas dari sindikasi pembiayaan antara Pusat BTM Jawa Tengah sebagai pengendali likuiditas dengan BTM Brebes. Dengan skema bisnis sindikasi pembiayaan inilah akhirnya BTM Brebes mampu membiayai SPPG yang didirikan di ekosistem Muhammadiyah kabupaten Brebes.
Dalam RAT Tahun Buku 2025 manager BTM Brebes, memaparkan, pembiayaan masih didominasi oleh 5 sektor antara lain, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebesar 13%, Karyawan sebesar 14%, Pegawai sebesar 15, Pertanian sebesar 19%, Perdagangan sebesar 25%.
“Berdasarkan lima sektor tersebut saja anggota pembiayaan sudah mencapai 86% dengan porsi paling besar ada pada pertanian dan perdagangan,”ucapnya.
Sedangkan di RAT BTM Amman Magelang di RAT-nya menginformasikan, sampai akhir tahun 2025 jumlah modal BTM Amman Magelang sebesar Rp.8.342.691.865,- apabila dibandingkan dengan modal pada akhir tahun 2024 (Rp.7.960.895.824,-), maka terjadi kenaikan sebesar Rp. 381.796.042,- atau sebesar 4.80%.
Dana simpanan yang berhasil dihimpun BTM Amman Magelang sampai dengan akhir tahun 2025 sebesar Rp. 47.038.548.180,- apabila dibandingkan dengan dana simpanan pada akhir 2024 (Rp. 44.108.288.447,-), terjadi kenaikan sebesar Rp.2.930.259.733,- atau tercapai kenaikan sebesar 7 %.
Sementara posisi saldo outstanding pembiayaan yang disalurkan BTM AMMAN Magelang pada akhir tahun 2025 adalah sebesar Rp.43.806.363.394,- apabila dibandingkan dengan saldo outstanding pembiayaan pada tahun 2024 Rp.37.339.383.455,- maka terjadi kenaikan sebesar Rp.6.466.979.939,- atau 17 %.
Dari laporan itu maka pendapatan yang diperoleh BTM Amman Magelang selama tahun 2025 sebesar Rp. 4.908.960.110,- apabila dibandingkan dengan jumlah pendapatan tahun 2024 (Rp. 4.309.209.918,- ) maka mengalami kenaikan sebesar Rp.599.750.192,- atau 13,92 %.


