30 C
Jakarta

Silaturahmi dalam Bingkai Toleransi dan Kekeluargaan

Baca Juga:

Denpasar, Menara62.com. Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung pada Ahad sore (15/3/2026). Para kepala sekolah dari lingkungan pendidikan Muhammadiyah Seblanga Denpasar melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Kelian Adat Banjar Seblanga, Bapak Putu Saputra Wiguna. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan masyarakat adat setempat.

Silaturahmi tersebut dihadiri oleh Kepala SMK Muhammadiyah Denpasar, Dewa Made Edy Suprayitno, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Denpasar, Ibu Mely Noor Rahmah, serta Kepala SMA Muhammadiyah 1 Denpasar, Bapak Imam Muhtarom. Dalam suasana yang santai namun penuh makna, Dewa Made Edy Suprayitno mengawali perbincangan dengan memperkenalkan satu per satu para kepala sekolah yang hadir, sebagai bentuk penghormatan sekaligus mempererat jalinan komunikasi dengan pimpinan adat Banjar Seblanga.

Pertemuan ini juga menjadi silaturahmi perdana dengan Bapak Putu Saputra Wiguna yang baru saja menjabat sebagai Kelian Adat Banjar Seblanga untuk masa bakti lima tahun ke depan. Sebelumnya, beliau telah mengabdi sebagai Wakil Kelian Adat di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara masyarakat adat dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah di kawasan Seblanga.

Dalam perbincangan yang berlangsung penuh keakraban, berbagai hal dibahas, terutama mengenai pentingnya menjaga hubungan harmonis serta saling mengenal dan saling menjaga satu sama lain. Suasana aman dan damai yang selama ini tercipta di lingkungan sekitar sekolah Muhammadiyah di Seblanga diharapkan terus terpelihara sebagai warisan kebersamaan yang telah terbangun sejak lama.

Salah satu topik yang turut dibicarakan adalah momentum Hari Raya Nyepi yang pada tahun ini bertepatan dengan malam takbiran menjelang Idul Fitri. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Mushala Ahmad Dahlan yang berada di lingkungan sekolah Muhammadiyah tidak akan mengadakan takbiran, sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi, sekaligus mengikuti surat edaran yang telah disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Denpasar.

Bapak Putu Saputra Wiguna dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan yang penuh makna tentang pentingnya rasa saling memiliki. Beliau menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah merupakan bagian dari masyarakat Seblanga yang juga menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga. Sebaliknya, pihak Muhammadiyah pun diharapkan tidak sungkan untuk berkomunikasi dan menyampaikan berbagai hal kepada pihak adat apabila terdapat sesuatu yang perlu dibicarakan demi kebaikan bersama.

“Sekolah Muhammadiyah adalah milik kita bersama. Kami sebagai Kelian Adat tentu ikut menjaga, dan sebaliknya kami juga bagian dari keluarga Muhammadiyah di sini. Karena itu jangan sungkan untuk saling berkomunikasi,” ungkap beliau.

Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan semangat kebersamaan dapat terus dirawat dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Hubungan harmonis antara lembaga pendidikan dan masyarakat adat menjadi fondasi penting dalam menjaga kedamaian serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Kota Denpasar.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!