SOLO, MENARA62.COM – Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id ditunjuk menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo Banjarbaru (STIKES HBB) setelah peralihan dari Yayasan Husada Borneo kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Secara resmi, per 10 April 2026, tata kelola dan pengembangan STIKES HBB resmi diserahkan ke Muhammadiyah.
Dosen Ilmu Hukum UMS sekaligus Ketua STIKES HBB Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, https://www.ums.ac.id/profile/khudzaifah-dimyati menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperluas kontribusi pendidikan tinggi yang unggul dan berkemajuan.
“Alih kelola ini bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas dan tata kelola perguruan tinggi agar lebih adaptif dan berdaya saing,” ujar Khudzaifah, sebagai perwakilan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahad (12/4).
Ia juga menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Muhammadiyah dalam pengembangan institusi ke depan.
“Kami berharap STIKES Husada Borneo dapat tumbuh dalam ekosistem PTMA yang menjunjung tinggi integritas akademik, penguatan riset, serta pengabdian yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Perwakilan Diktilitbang Muhammadiyah sekaligus Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., https://www.ums.ac.id/profile/harun-joko-prayitno menyampaikan bahwa alih kelola ini menjadi bentuk kepercayaan masyarakat luas kepada Muhammadiyah. “Ini sebagai bentuk kepercayaan masyarakat luas kepada Muhammadiyah sebagai lembaga nirlaba yang profesional, amalan, dan tuntas dalam berkontribusi untuk pembangunan bangsa melalui pendidikan,” tutur Harun.
Muhammadiyah, lanjut Harun, juga memiliki rekam jejak profesional, transparan, objektif, serta meritrokrasi dengan Good University Governance yang telah teruji.
Pembina Yayasan Husada Borneo, Nor Wahidah, menyampaikan penjajakan hingga realisasi alih kelola ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas institusi sekaligus memperluas jejaring akademik.
“Penjajakan alih kelola ini merupakan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas institusi serta memperluas jejaring akademik,” tambahnya.
Nor Wahidah juga menilai bahwa langkah ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi.
“Muhammadiyah adalah organisasi besar dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan. Kami berharap, dengan bergabung dalam sistem Muhammadiyah, STIKES Husada Borneo dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan,” tuturnya.
Alih kelola ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas kelembagaan, tetapi juga meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Dengan bergabungnya STIKES Husada Borneo ke dalam ekosistem PTMA, langkah ini sekaligus menegaskan peran Muhammadiyah dalam memperluas kontribusi di sektor pendidikan kesehatan serta memperkuat jaringan institusi pendidikan tinggi di berbagai wilayah Indonesia. (*)
