SUMU Bekasi Siapkan Inkubator Bisnis, Mulai Januari 2027

Baca Juga:

BEKASI, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Bekasi mulai memperkuat fondasi kewirausahaan anggotanya melalui program edukasi dan pendampingan bisnis berjenjang. Langkah tersebut ditandai dengan Kopi Darat (Kopdar) perdana sekaligus bedah Kurikulum Pengusaha Level 0, 1, dan 2, Sabtu (31/10/2026).

 

Mengusung tema “Membangun Bisnis dari Nol Beserta Legalitasnya”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi setelah terbentuknya kepengurusan Koordinator Daerah (Korda) SUMU Kota Bekasi. Sebanyak 25 peserta yang terdiri atas pengurus, anggota, dan mitra strategis mengikuti kegiatan tersebut.

 

Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah Sang Surya, dan Mars SUMU. Suasana semakin hangat melalui sesi perkenalan dan berbagi pengalaman mengenai latar belakang serta bidang usaha masing-masing peserta.

 

Koordinator Daerah SUMU Kota Bekasi, Hery Priyabudi, menegaskan bahwa Kopdar perdana tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan langkah awal membangun ekosistem kewirausahaan yang kolaboratif.

 

“Melalui pertemuan ini, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha di lingkungan Muhammadiyah. Harapannya, setiap anggota tidak hanya berjalan sendiri dalam mengembangkan bisnis, tetapi dapat saling belajar, berbagi pengalaman, membangun jaringan, dan tumbuh bersama,” ujarnya.

 

Bedah Kurikulum Bisnis Berjenjang

 

Salah satu agenda utama kegiatan adalah pengenalan Kurikulum Pengusaha Level 0, Level 1, dan Level 2. Kurikulum ini dirancang sebagai panduan pengembangan usaha secara bertahap, mulai dari merintis bisnis hingga membangun perusahaan yang memiliki sistem dan tata kelola profesional.

 

Pada Level 0, peserta diarahkan memahami fondasi kewirausahaan. Materinya mencakup pembentukan pola pikir pengusaha, validasi ide bisnis, penentuan target pasar menggunakan Business Model Canvas (BMC), pembuatan purwarupa produk, hingga strategi memperoleh penjualan perdana.

 

Memasuki Level 1, fokus pembelajaran bergeser pada pemantapan pasar dan pembangunan sistem dasar usaha. Peserta akan mempelajari analisis pasar, strategi pemasaran 7P, pengelolaan hubungan pelanggan melalui Customer Relationship Management (CRM), program rujukan, pengurusan legalitas, serta pembukuan keuangan sederhana.

 

Sementara itu, Level 2 dirancang untuk mendorong usaha naik kelas melalui penguatan skala bisnis dan kepemimpinan. Materinya meliputi penyusunan visi bersama, standardisasi prosedur operasional (SOP), pembagian divisi kerja, pengembangan kepemimpinan, hingga manajemen keuangan tingkat manajerial.

 

Melalui kurikulum tersebut, SUMU Kota Bekasi ingin memastikan pelaku usaha tidak hanya mampu memulai bisnis, tetapi juga memiliki kemampuan membangun sistem agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

 

Legalitas Jadi Fondasi Bisnis Naik Kelas

 

Selain strategi pengembangan usaha, aspek legalitas menjadi pembahasan penting dalam Kopdar perdana tersebut. Para pelaku usaha diajak memahami pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), pendaftaran merek, sertifikasi halal, serta perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

 

Menurut Hery, legalitas bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian penting dari perlindungan dan pengembangan bisnis.

 

“Legalitas bukan sekadar persyaratan administratif. Pelaku usaha perlu memahami bahwa legalitas merupakan bentuk perlindungan terhadap bisnis sekaligus modal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” jelasnya.

 

Kelengkapan legalitas diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas pelaku usaha, memperkuat kepercayaan konsumen, serta membuka kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Inkubator Start-Up Mulai Januari 2027

 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, SUMU Kota Bekasi juga memperkenalkan program Inkubator Start-Up Level 0, 1, dan 2. Program pendampingan intensif ini direncanakan mulai berjalan pada Januari 2027.

 

Program tersebut akan mengawal pelaku usaha sesuai tahapan perkembangan bisnis, mulai dari tahap perintisan, pemantapan sistem, hingga pengembangan usaha yang lebih mandiri dan profesional.

 

Kehadiran inkubator ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran sekaligus pendampingan bagi anggota SUMU agar tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menerapkannya secara nyata dalam pengelolaan bisnis.

 

Melalui Kopdar perdana dan peluncuran program inkubator tersebut, SUMU Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk membangun jaringan saudagar Muhammadiyah yang tangguh, profesional, dan berdaya saing.

 

Lebih dari sekadar mengembangkan bisnis anggota, gerakan ini diharapkan turut memperkuat kemandirian ekonomi umat serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Bekasi. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!