BOGOR, MENARA62.COM — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya menggelar Kopdar Bulanan pada Ahad, 8 Februari 2026 di Ruang Serbaguna PT Mudalaya Energy Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus inti untuk merumuskan langkah strategis organisasi. Suasana berlangsung hangat, produktif, dan penuh semangat kolaborasi.
Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Bogor.
Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB dan dipandu oleh Roby dalam forum Musyawarah Kerja SUMU Bogor Raya.
Dalam pembukaannya, ia menekankan pentingnya sinergi antaranggota. “Kolaborasi antar pengusaha Muhammadiyah menjadi kunci dalam membangun kemandirian ekonomi umat,” ujarnya.
Ia berharap forum rutin ini mampu mempercepat implementasi program yang berdampak nyata.
*Estafet Semangat dari Kopdar Nasional*
Salah satu agenda utama adalah penyampaian hasil Kopdar Nasional SUMU di Yogyakarta. Materi disampaikan oleh Koordinator Daerah SUMU Bogor Raya, Anang Yudi Riswanto, ST, MM. Ia memaparkan arah kebijakan pusat serta peluang bisnis yang relevan bagi pengusaha lokal.
Menurutnya, hasil forum nasional harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata di daerah.
Anang menjelaskan bahwa SUMU merupakan implementasi pilar ketiga Muhammadiyah di bidang ekonomi.
“Setelah sukses di pendidikan, dakwah, dan sosial, kini Muhammadiyah meneguhkan kemandirian ekonomi umat melalui SUMU,” katanya.
Anang menambahkan bahwa tujuan utama organisasi adalah melahirkan pengusaha muslim yang maju dan berkemajuan. Hal tersebut sejalan dengan misi pemberdayaan ekonomi berbasis nilai Islam.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa kesuksesan pengusaha tidak semata diukur dari omzet dan aset.
“Ukuran keberhasilan pengusaha muslim adalah seberapa besar manfaat zakat, infak, dan wakaf yang dihasilkan untuk umat,” ungkap Anang.
Ia juga mengajak anggota meneladani semangat KH Ahmad Dahlan dalam berderma. Menurutnya, orientasi usaha harus mengarah pada keberkahan dunia dan akhirat.
*Penyusunan Program dan Rencana Aksi*
Memasuki sesi inti, para ketua bidang mempresentasikan rancangan program kerja masing-masing. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan strategis dari peserta. Setiap bidang didorong menyusun program yang terukur dan aplikatif. Forum ini juga menjadi ruang evaluasi sekaligus penyelarasan arah kerja organisasi.
*Rumusan Action Plan Februari – Maret 2026*
Roby kemudian memimpin sesi perumusan rencana aksi untuk periode Februari hingga awal Maret 2026.
Fokus pembahasan adalah langkah konkret yang dapat segera dieksekusi. Beberapa prioritas ditetapkan, mulai dari pembukaan rekening organisasi hingga sosialisasi infak anggota. Selain itu, Bidang IT menargetkan peluncuran website bogor.sumu.or.id dalam waktu dekat.
Di bidang pengembangan, koperasi akan mematangkan AD/ART pada Februari dan mengurus legalitas pada Maret. Bidang Litbang menargetkan tindak lanjut terhadap 85 persen anggota, termasuk pendalaman profil usaha. Bidang Pendidikan dan Pelatihan akan memulai webinar bulanan dengan target minimal 200 peserta. Agenda lain mencakup rencana seminar hybrid pada April 2026.
Sekretaris Umum juga merancang penguatan kelembagaan melalui penetapan lokasi kantor di Jalan Swadaya, Sukaraja. Selain itu, akan dilakukan audiensi dengan perguruan tinggi Muhammadiyah, pimpinan daerah, serta instansi terkait. Bidang OKK turut menyiapkan sosialisasi KTA Muhammadiyah. Kopdar berikutnya dijadwalkan pada Ahad, 1 Maret 2026 dengan opsi buka bersama.
Kegiatan ditutup dengan sesi ISOMA pada pukul 12.00 WIB sebagai ajang mempererat silaturahmi antar pengurus. Interaksi informal dimanfaatkan untuk membangun kedekatan dan memperkuat semangat kebersamaan.
Melalui Kopdar ini, SUMU Bogor Raya optimistis menatap tahun 2026 dengan program yang lebih terarah. SUMU Bogor Raya menegaskan komitmen mendorong pertumbuhan usaha yang produktif, kolaboratif, dan penuh keberkahan.
*[Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah]*
