30 C
Jakarta

Syiar Idul Fitri Baturraden, Islam Berkemajuan Menguat

Baca Juga:

BANYUMAS, MENARA62.COM – Gema takbir menggema syahdu di kaki Gunung Slamet, tepatnya di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2026). Meski diguyur gerimis, ratusan jamaah tetap antusias mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah yang akhirnya digelar di dalam Aula Desa Rempoah.

Pelaksanaan Shalat Id ini merupakan agenda ketiga yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Baturraden. Kegiatan tersebut tidak sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi bagian dari syiar dakwah pencerahan untuk memperkuat nilai-nilai Islam Berkemajuan di tingkat akar rumput.

Bertindak sebagai khatib, Faozan Amar menyampaikan khutbah bertajuk “Idul Fitri dan Taqwa: Mewujudkan Islam Berkemajuan di Tengah Gejolak Global”. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa ketakwaan pasca-Ramadhan harus mampu bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang nyata.

Menurutnya, umat Islam perlu memiliki resiliensi dan kemandirian di tengah dinamika global yang tidak menentu. Ia mengutip pesan Al-Qur’an bahwa perubahan nasib umat sangat bergantung pada usaha dan etos kerja mereka sendiri.

“Ketakwaan tidak boleh berhenti pada ibadah ritual semata, tetapi harus menjadi energi penggerak dalam menghadapi tantangan zaman. Dakwah harus hadir melalui penguatan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya solidaritas kemanusiaan global, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari tanggung jawab moral umat.

Sementara itu, Sekretaris PCM Baturraden, Nur Khasbi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen menghadirkan dakwah yang menggembirakan dan mencerahkan.

Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, aparat keamanan, hingga masyarakat yang turut menyukseskan pelaksanaan Shalat Id.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi semua pihak. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Nur Khasbi juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, sembari menegaskan komitmen panitia untuk terus meningkatkan pelayanan kepada umat.

Dalam kesempatan tersebut, panitia turut menyampaikan laporan pemanfaatan infak tahun sebelumnya sebesar Rp6 juta yang digunakan untuk pembangunan Masjid As Salam Kutasari. Jamaah juga diajak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui Lazismu Baturraden sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi musafahah antarjamaah yang berlangsung hangat. Momen ini mencerminkan kuatnya ukhuwah Islamiyah sekaligus meneguhkan semangat Islam Berkemajuan yang terus digaungkan Muhammadiyah di Banyumas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!