BANDUNG, MENARA62.COM – Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung, Iim Ibrohim, mengajak umat Islam untuk senantiasa bersyukur atas nikmat keislaman yang dianugerahkan Allah SWT. Menurutnya, menjadi Muslim merupakan karunia besar, terlebih hidup di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
“Sejatinya kita harus bersyukur menjadi seorang Muslim. Apalagi kita ditakdirkan menjadi warga negara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim,” ujarnya saat mengisi kajian Ramadan di kanal YouTube UM Bandung, Selasa (3/3/2026).
Iim menegaskan, salah satu nikmat besar yang patut disyukuri adalah keberadaan pesantren yang tersebar luas di berbagai daerah. Ia menyebut pesantren sebagai pilar penting pendidikan umat.
Mengutip data Kementerian Agama, jumlah pesantren di Indonesia mencapai lebih dari 42 ribu lembaga. Hampir 13 ribu di antaranya berada di Jawa Barat, disusul Jawa Timur dan Banten.
“Kita juga harus bersyukur karena Indonesia memiliki lembaga pendidikan yang sangat banyak, yaitu pesantren,” katanya.
Menurut Iim, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan biasa, tetapi institusi yang konsisten mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan secara mendalam. Di saat yang sama, pesantren juga beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan memasukkan pembelajaran ilmu umum dan keterampilan praktis.
“Sekarang pesantren sudah mengajarkan berbagai keterampilan, seperti bertani, berternak, teknologi, dan keterampilan lainnya. Jadi, ada keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum,” ujarnya.
Ia menambahkan, lulusan pesantren terbukti berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai Islami di tengah masyarakat. Para santri tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga pembinaan akhlak dan karakter.
Iim juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah pesantren. Ia menegaskan tidak boleh ada tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan di lingkungan pendidikan tersebut.
“Jangan sampai keberadaan pesantren ternodai oleh oknum yang memperlakukan santri secara tidak baik atau tidak manusiawi. Biarlah pesantren tetap menjadi lembaga yang membawa keselamatan dunia dan akhirat,” pungkasnya. (FA/FK)
