30 C
Jakarta

Tarawih Perdana Ramadan 1447 H di Balai Muhammadiyah Surakarta

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Balai Muhammadiyah Surakarta berlangsung khidmat pada Selasa (17/2/2026) malam. Pelaksanaan ini merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, sehingga seluruh masjid wakaf Persyarikatan Muhammadiyah menyelenggarakan salat Tarawih pada malam tersebut.

Sekitar 100 jemaah hadir memadati masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Ustaz H. Ahmad Sukidi, S.Ag., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Kota Surakarta.

Dalam kultumnya, Ahmad Sukidi mengajak warga Persyarikatan untuk senantiasa patuh terhadap maklumat pimpinan pusat, termasuk penerapan KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal). Menurutnya, penggunaan kalender hijriah global merupakan wujud Islam berkemajuan yang diusung Muhammadiyah.

“KHGT adalah ikhtiar untuk mempersatukan umat Islam di seluruh dunia. Cita-citanya sederhana, satu kalender untuk semua umat Islam. Meski ada dinamika, semangatnya adalah menuju persatuan dan kesatuan,” ujarnya di hadapan jemaah.

Takmir Masjid Balai Muhammadiyah, H. Wiwit Hidayat, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Tarawih perdana dengan lancar. Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum peningkatan ketakwaan dan kebersamaan umat.

Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Bambang Setiaji, dalam pesannya mengajak umat Islam menyambut Ramadan dengan kegembiraan dan kesadaran spiritual yang mendalam.

“Ramadan adalah ibadah untuk meningkatkan spiritualitas, memperbanyak amal saleh, memperkuat niat baik, dan meningkatkan sedekah. Bahkan banyak studi menunjukkan puasa berdampak positif bagi kesehatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, di tengah dinamika dunia modern yang penuh tantangan, Ramadan menjadi momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mempererat persatuan umat Islam, baik di tingkat global maupun lokal.

Prof. Bambang juga mengibaratkan umat Islam sebagai pohon yang digambarkan dalam Al-Qur’an: berakar kuat ke bawah dan menjulang tinggi ke atas, serta menghasilkan buah yang bermanfaat bagi masyarakat. “Harapannya, kaum muslimin memperoleh kebaikan pada 2026 dan seterusnya, serta memiliki peran yang kokoh di tengah masyarakat,” katanya.

Tarawih perdana Ramadan 1447 H di Masjid Balai Muhammadiyah Surakarta ini menjadi awal rangkaian ibadah yang diharapkan membawa keberkahan. Dengan semangat persatuan dan ketakwaan, Muhammadiyah Surakarta mengajak seluruh umat Islam menyambut Ramadan dengan gembira, penuh kesungguhan, dan komitmen memperkuat ukhuwah Islamiyah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!