JAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Tarumanagara (Untar) menegaskan arah pengembangan institusi ke depan melalui penguatan sinergi global, peningkatan reputasi akademik, serta rencana ekspansi infrastruktur strategis. Komitmen pengembangan tersebut ditegaskan dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang digelar di Auditorium Gedung M Kampus I Untar, Kamis (26/2/2026).
Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, mengatakan, Untar harus terus bergerak progresif dengan memperluas kolaborasi internasional dan meningkatkan capaian akademik. Penguatan reputasi, menurut dia, tidak hanya difokuskan di tingkat nasional, tetapi juga diarahkan pada pengakuan global melalui inovasi serta kerja sama strategis dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.
Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah pengembangan program double degree di bidang hukum, ekonomi, dan teknik, serta skema joint degree dan fast track bersama mitra internasional. Program tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik global sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.
“Untar harus terus bersinergi dan meningkatkan prestasi. Melalui kolaborasi internasional seperti double degree, joint degree, dan fast track, kita ingin memperkuat posisi Untar di tingkat global,” ujarnya.

Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi, menambahkan, yayasan berkomitmen mendukung pengembangan jangka panjang institusi, termasuk rencana pembangunan Kampus 4 yang akan dikembangkan secara bertahap. Tahap awal pengembangan diarahkan menjadi Tarumanagara City, kawasan terpadu yang mengintegrasikan pendidikan dan rekayasa teknik dalam satu ekosistem.
Dalam pengembangannya, School of Engineering akan dikembangkan sebagai pusat layanan terpadu (one stop service) bagi fakultas dan program studi teknik. Konsep ini diproyeksikan menjadi pusat inovasi yang mengintegrasikan teknologi informasi, pengembangan arsitektur, serta penerapan kecerdasan artifisial (AI) dalam bidang teknik dan perancangan.
School of Engineering juga dirancang selaras dengan arah kebijakan pemerintah dan diperluas perannya sebagai perpanjangan program akademik yang telah berjalan. Skema kerja sama, termasuk kemungkinan konsep build-operate-transfer (BOT), dipertimbangkan untuk mempercepat realisasi pembangunan Kampus 4 yang terletak di kawasan Karawaci, Banten. “Tarumanagara bukan sekadar beruntung, tetapi harus progresif. Yayasan akan terus mendukung kolaborasi antarunit agar pertumbuhan ini berjalan terintegrasi,” tegas Ariawan.
Perayaan Imlek Untar 2026 mengusung tema “Flourish Beyond Fortune”, perayaan ini menjadi tradisi kampus sekaligus ruang kebersamaan sivitas akademika dari berbagai latar belakang budaya, suku, dan agama. Tema tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk bertumbuh melampaui sekadar keberuntungan. “Tahun baru ini tidak hanya menerima ‘Fortune’, tetapi juga kebijaksanaan untuk mengolahnya, kerendahan hati untuk mensyukurinya, dan keberanian untuk memberinya,” kata Rektor.
Perayaan dihadiri jajaran pimpinan universitas dan yayasan, pimpinan Institut Tarumanagara (Itaru), Tarumanagara Xinya College, mitra rumah sakit, serta para tenant yang menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi Untar. Rangkaian acara dimeriahkan penampilan mahasiswa lintas fakultas dan Xinya College, mulai dari vokal, tarian modern China, hingga wushu.
Pertunjukan barongsai dari Boen Tek Bio turut menjadi daya tarik. Melalui momentum tersebut, Untar menegaskan bahwa perayaan budaya bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi komitmen untuk terus bertumbuh sebagai perguruan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing nasional maupun internasional. (*)

