31 C
Jakarta

Terima Dubes Singapura, Menteri Brian Dorong Implementasi Kebijakan Diktisaintek Berdampak

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam mendorong implementasi kebijakan Diktisaintek Berdampak, Rabu (31/12).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi Indonesia dan Singapura, termasuk program pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, pelatihan sumber daya manusia, serta pengembangan bidang-bidang strategis seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), nanoteknologi, energi terbarukan, dan keberlanjutan lingkungan.

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto menegaskan bahwa kerja sama internasional harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional dan penguatan kapasitas pendidikan tinggi Indonesia.

“Kami benar-benar ingin belajar banyak hal dari Singapura, khususnya bagaimana mengembangkan universitas dan riset. Kami ingin membawa universitas-universitas kami untuk terus bertumbuh dan belajar dari universitas terkemuka seperti National University of Singapore (NUS), ” ujar Menteri Brian.

Dalam diskusi, disepakati bahwa hubungan antar institusi pendidikan tinggi Indonesia dan Singapura telah berjalan baik di berbagai level. Kolaborasi ini akan terus diperluas melalui pendekatan people-to-people contact, termasuk mendorong dosen dan profesor senior Singapura untuk menjadi mentor dan visiting professor di perguruan tinggi Indonesia, serta memperluas riset bersama yang berorientasi pada solusi.

Pertemuan juga menyoroti pentingnya program pertukaran mahasiswa yang memberikan pengalaman langsung di lapangan. Mahasiswa Singapura didorong untuk belajar langsung di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya di kota besar, guna meningkatkan pemahaman kontekstual, empati sosial, serta literasi tentang Indonesia sebagai negara dengan keragaman sosial dan tantangan pembangunan yang nyata.

Selain itu, kerja sama pelatihan melalui Singapore Cooperation Programme (SCP) turut menjadi perhatian. Program ini terbuka bagi mitra Indonesia dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk pelatihan yang diselenggarakan di Indonesia dengan mendatangkan instruktur dari Singapura. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas aparatur, akademisi, dan praktisi pendidikan tinggi di Indonesia.

Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi dan politeknik sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak.

Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng menyambut baik komitmen tersebut dan menyatakan kesiapan Singapura untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi dan riset yang saling menguntungkan.

Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk menjaga momentum kerja sama, saling menghormati perbedaan sistem pendidikan dan budaya, serta memastikan kolaborasi yang dibangun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Dengan kerja sama internasional yang terarah dan berdampak, Kemdiktisaintek optimistis pendidikan tinggi, sains, dan teknologi Indonesia akan semakin berperan sebagai penggerak kemajuan bangsa.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!