PEKALONGAN, MENARA62.COM – Untuk mendorong akselerasi pengembangan ekonomi umat di Provinsi Jawa Barat (Jabar), Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jabar ingin menggelorakan terwujudnya Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM). Yaitu sebuah gerakan nasional dalam mewujudkan satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) satu Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) di seluruh jaringan Persyarikatan se Indonesia–yang sejak 2018 telah diinisiasi oleh Induk BTM.
Untuk menggerakkan GMM tersebut, kemarin Senin (9/02/2026), rombongan LP UMKM PWM Jabar terdiri dari Ardi Fajar Gunawan;Ketua LP UMKM PWM Jabar, Acep Rohana; Sekretaris LP UMKM PWM Jabar, Parno; Wakil Ketua LP UMKM PWM Jabar; Gatot Ahmad Sirojudin; Ketua Bidang Permodalan LP UMKM PWM Jabar, Agus Rizal Fadhilah; Ketua Bidang Peternakan dan Pertanian LP UMKM PWM Jabar dengan ditemani Bendahara Umum PWM Jawab H. Acep Muharom bersilaturahmi ke Pusat BTM Jawa Tengah, BTM Pekalongan dan BTM Pemalang.
Di kesempatan itu, Ardi Fajar Gunawan dalam silaturahminya mengungkapkan, baru kali ini mengetahui secara nyata tentang BTM yang merupakan pusat keuangan Muhammadiyah. Ia mengakui, meski berbadan hukum koperasi, ternyata BTM memiliki kearifan lokal tersendiri dibandingkan dengan jenis – jenis koperasi yang lain.
Kehadiran BTM di Muhammadiyah selama ini memiliki makna yang strategis, pertama sebagai media warga dan Persyarikatan dalam mengimplementasikan praktek keuangan syariah, kedua sebagai pusat keuangan Muhammadiyah dalam peranya sebagai intermediasi dan ketiga sebagai gerakan dakwah bil hal di bidang ekonomi.
“Kemuliaan makna strategisnya BTM itulah selayaknya diwujudkan dan dikembangkan di Jabar,”terang Ardi.
Pengembangan BTM di Jabar–memang tidak semasif seperti yang terjadi di daerah dan wilayah lain. Dalam data base yang dimiliki oleh Induk BTM keberadaan BTM di Jabar mengungkapkan baru hadir di kabupaten Cirebon, Kota Depok dan Kecamatan Cileungsi – Bogor. Untuk Kabupaten dan kota lain di Jabar belum muncul sama sekali.
Namun dikarenakan saat ini sudah jelas dengan adanya amanah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan terbitnya Surat Keputusan 206/KEP/I.0/B/2025 maka sudah semestinya LP UMKM PWM Jabar untuk mensukseskan pengembangan BTM di seluruh provinsi Jabar. Apalagi, tambah Ardi, BTM bukan hanya lembaga keuangan, tetapi instrumen dakwah ekonomi Muhammadiyah. Melalui silaturahmi di Jawa Tengah ini kami ingin meniru dan memastikan BTM yang dibentuk di Jabar memiliki tata kelola yang kuat, SDM yang siap, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dan warga persyarikatan.
“Di rapat kerja wilayah (rakerwil) PWM Jabar 2026, insyaallah BTM akan menjadi agenda khusus bagi program LP UMKM Jabar, “kata Ardi.
Sementara, Ketua Induk BTM; Achmad Su’ud, menyambut positif dan mengapresiasi bagi LP UMKM Jabar dalam mendorong akselerasi GMM. Untuk itu Induk BTM akan siap selalu untuk diminta dalam koordinasi pembentukan BTM – BTM di Jabar. Dikarenakan saat ini sudah ada beberapa BTM di Jabar, Ketua Induk berharap dari BTM yang ada itu untuk menyesuaikan diri dari sisi kelembagaan, tata kelola manajemen dan regulasi BTM yang selama ini dibangun oleh Induk BTM. Seperti BTM berdiri di tiap – tiap kabupaten atau kota dan jika itu berdiri di kecamatan atau Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) seyogyanya untuk melakukan merger atau penggabungan. Sehingga setiap PDM hanya satu BTM.
“Begitu juga kami berharap kelak jika sudah tumbuh 5 BTM primer di Jabar mudah – mudahan di PWM Jabar akan membentuk Pusat BTM Jabar atau koperasi sekunder. Dengan demikian BTM Jabar benar – benar mewujudkan kemandirian ekonomi,”terangnya.

