JAKARTA, MENARA62.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi, terdiri atas rektor dan dekan dari seluruh Indonesia, dalam sebuah pertemuan strategis di Istana Negara, Kamis (15/1/2026). Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menjadi salah satu perguruan tinggi yang hadir dalam forum nasional tersebut.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., hadir langsung didampingi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Metro, Dr. E. Febriyanto, S.E., M.M. Kehadiran pimpinan UM Metro menegaskan posisi kampus sebagai bagian dari elemen strategis dunia akademik dalam merespons dan mengawal arah kebijakan nasional.
Usai pertemuan, Rektor UM Metro menyampaikan kepada Jurnalis MPI PDM Kota Metro bahwa Presiden Prabowo Subianto secara terbuka memaparkan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola negara yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan mendasar. Presiden menyoroti ketimpangan penguasaan kekayaan nasional serta kebocoran di sejumlah sektor strategis yang berdampak pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
“Presiden menyampaikan data-data yang menunjukkan masih adanya persoalan serius dalam tata kelola negara. Karena itu, perguruan tinggi dipandang memiliki peran penting dalam memberikan masukan akademik dan solusi berbasis keilmuan,” ujar Nyoto.
Dalam forum tersebut, Presiden juga mengisyaratkan perlunya penyesuaian dan pembaruan sistem pemerintahan agar lebih efektif dan berkeadilan. Namun, setiap kebijakan strategis ditekankan harus melalui kajian akademik yang matang serta dilaksanakan secara cermat dan bertanggung jawab.
Selain membahas tata kelola negara, Presiden memberikan perhatian khusus pada peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak perubahan. Pemerintah, menurutnya, berkomitmen meningkatkan dukungan terhadap riset dan pengembangan di kampus sebagai fondasi pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UM Metro menilai komitmen pemerintah sebagai peluang sekaligus tanggung jawab bagi dunia kampus untuk memperkuat kualitas riset dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“UM Metro siap mengambil peran melalui penguatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ini sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, tajdid, dan pencerahan,” tegasnya.
Pertemuan Presiden dengan pimpinan perguruan tinggi ini dinilai menjadi sinyal kuat terbukanya ruang dialog strategis antara pemerintah dan kalangan akademisi. Perguruan tinggi diposisikan sebagai mitra penting negara dalam merumuskan kebijakan nasional demi mewujudkan Indonesia yang berkemajuan. (Guswir)
