SRAGEN, MENARA62.COM – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program pemberdayaan budidaya hidroponik bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Family Farm Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Kegiatan yang diketuai Aan Sofyan, SPt, MPd, MSc ini berlangsung sejak Selasa (17/2/2026) dan dilaksanakan selama empat bulan.
Program pemberdayaan ini mencakup sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan intensif budidaya sayuran hidroponik. Tahapan kegiatan diawali dengan survei untuk memetakan kebutuhan anggota kelompok, dilanjutkan pelatihan teknis, serta kunjungan lanjutan yang menampilkan instalasi hidroponik, penyediaan bibit, dan teknik pemeliharaan secara komprehensif.
Pelatihan yang dimulai pukul 09.30 WIB setiap sesi tersebut diikuti ibu-ibu anggota KWT dengan penuh antusias. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung agar mampu mengelola sistem hidroponik secara mandiri. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesejahteraan anggota melalui pengembangan ekonomi produktif berkelanjutan.
Selain budidaya sayuran hidroponik, tim UMS juga memberikan pendampingan budidaya jamur tiram serta strategi pemasaran produk. Dukungan teknis, manajerial, dan pemasaran diberikan agar anggota mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang memiliki nilai jual lebih baik dibandingkan sayuran konvensional. Tingginya permintaan pasar, termasuk dari restoran dan konsumen rumah tangga, menjadi peluang yang dioptimalkan dalam program ini.
Aan Sofyan yang memiliki keahlian di bidang gizi pangan mendapat apresiasi dari anggota mitra atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas produk. Sementara itu, Ir. Dedi Ary Prasetya, ST, MEng, memberikan pendampingan terkait otomasi dan monitoring hidroponik berbasis Internet of Things (IoT). Adapun Farid Adi Prasetya, SHum, MM, membekali peserta dengan strategi pemasaran digital dan konvensional guna memperluas jangkauan pasar.
Perwakilan mitra, Hj. Surati, menyampaikan rasa senang atas keterlibatan dosen dan mahasiswa yang terjun langsung mengaplikasikan ilmu di lapangan. Senada, Hj. Listyorini berharap usaha yang dirintis mampu memasok kebutuhan pangan lokal berupa sayuran hidroponik dan jamur tiram serta membuka peluang ekonomi lebih luas bagi anggota.
Program yang didukung pendanaan DRPPS UMS ini menjadi wujud sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan manajemen dalam mendukung pertanian modern. Kolaborasi akademisi dan masyarakat tersebut diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok wanita tani secara berkelanjutan. (*)
