30 C
Jakarta

UMS Buka KKN MAs 2026, Fokus Ketahanan Pangan Desa

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 dengan mengangkat tema “KKN MAs Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.” Program ini merupakan kegiatan konsorsium bersama seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia yang diselenggarakan secara bergilir oleh berbagai kampus Muhammadiyah.

KKN Mas Berdampak ini akan dilaksanakan mulai 27 Juli-11 September 2026 bertempat di Malang, Jawa Timur, hanya untuk 50 mahasiswa terpilih. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup pada 18 April 2026.

Direktur Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS, Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa partisipasi UMS dalam program ini merupakan bagian dari komitmen PTMA untuk memperkuat sinergi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, KKN MAs bukan sekadar kegiatan pengabdian biasa, melainkan forum kolaboratif antar mahasiswa PTMA dari berbagai daerah.

“Program KKN MAs adalah program konsorsium bersama semua Perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah/PTMA yang diselenggarakan bergilir, yang sebelumnya di UM Riau, UMS, UM Bangka Belitung, UM Makassar, dan sebelumnya lagi di UM Mataram,” jelasnya, Senin (16/3).

Meskipun penyelenggaraan kegiatan tahun ini berada di kampus lain, UMS tetap memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program tersebut. Sarjito menyampaikan bahwa UMS tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga terlibat dalam struktur kepanitiaan pusat yang mengarahkan jalannya program.

“Peran UMS sebagai Panitia pusat KKN MAs, sbg inisiator, steering committee, pengarah sekaligus sbg kontributor,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program KKN lintas PTMA memberikan banyak manfaat, terutama dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial, serta kesiapan menghadapi kehidupan di masyarakat.

Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah juga menjadi ruang belajar yang penting bagi pengembangan perspektif kebangsaan dan keumatan.

“Manfaat mahasiswa memperoleh soft skill, bermasyarakat, belajar memecahkan masalah yang dibutuhkan masyarakat, memberdayakan masyarakat, bekal mental di dunia nyata setelah lulus,” ujar Sarjito.

Bagi mahasiswa UMS yang ingin mengikuti program ini, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu kriteria utama adalah capaian akademik yang baik, sebagai indikator kesiapan mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Di leafletnya, kami mencantumkan persyaratan mahasiswa minimal semester 5. IPKnya minimal 3.00, lulus tes baca tulis Al-Qur’an LPPIK UMS, aktif berorganisasi, dan mendapat persetujuan dari prodi,” jelasnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, KKN MAs mengangkat tema ketahanan pangan dan penguatan potensi lokal. Tema tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam mengembangkan kemandirian pangan berbasis potensi daerah. Untuk memastikan mahasiswa mampu berkontribusi secara nyata, UMS akan memberikan berbagai pembekalan sebelum keberangkatan.

“Sebelum terjun mahasiswa akan diberikan pembekalan, melibatkan kepala daerah setempat, lurah, camat, bupati, gubernur, Kementerian Diktisaintek dan panitia, juga rektor setempat,” terangnya.

Melalui program ini, UMS berharap dapat mengirimkan mahasiswa terbaik yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat. Pengalaman KKN lintas daerah diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan setelah lulus.

“Terpilih mahasiswa yang mumpuni, pelaksanaannya lancar, berdampak positif pada masyarakat dan mahasiswa mendapatkan pengalaman baik, untuk bekal pada kehidupan nyata,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!